Thursday, 28 July 2016

To Have a Proud...

The one sign that your imaan already become stronger is you are proud being a Muslim, and want people recognise you as it is!

Because We are not Our Own!

West indoctrinate us as women around the world that we have full of freeedom. They say we are free to dress up and choose a lifestyle as our own want. They say we are free to do all kinds of fun, nightlife, and party.

But we were wrong. Unknowingly we have been fooled. If it is true we are free to control ourselves, then why we can not give guarantee that we will live until tomorrow? If it is true we are free to control our life then why we can not prevent the coming of death? Why we still can not guarantee that we will live 50 or 100 years from now?

In fact, we did not dare to give a guarantee to ourselves to live in the next two hours.

All of this is evidence that we have no power over ourselves. All are evidence that we have no a freedom about ourselves. Everything is proof that we are ruled by something stronger.

That is God.

He controls us, and to pleased him, we have to obey His rules, not our own rule that we make just to please ourselves and people around. Our purpose to live in this dunya is just for worship and follow the Creator.

Sunday, 10 July 2016

Andai Hati adalah Milikku

Andai hati adalah milikku, tentu aku akan memilihmu...
Andai hati adalah kuasaku, tentu aku akan mendengarkan semua penilaian baik orang-orang terhadapmu...
Tapi,
Pada kenyataannya, ia bukanlah milikku, ia berada di luar kuasaku...
Itulah mengapa manusia tidak pernah bisa memilih pada siapa ia akan memberikan hatinya.
Yang kubisa hanyalah meminta pada Tuhan, semoga ia pilihkan hati seindah milikmu untuk kucintai suatu hari...
Hiduplah berbahagia,
Hiduplah dengan mulia,
Setiap kebaikan akan dibalas kebaikan, setiap ketulusan akan dibalas ketulusan,
Itu sebuah kepastian...

Sofia

Wednesday, 6 July 2016

Barbara: Kecantikan Hati Muslimah Prancis


No matter how plain a woman may be, if truth and honesty are written across her face, she will be beautiful—Eleanor Roosevelt

Tidak banyak wanita di dunia ini yang mampu merubah sekaligus memberiku inspirasi tidak terlupakan, mungkin hanya beberapa orang saja, dan di sini aku akan menuliskan salah satunya. Wanita yang sejak pertama aku melihat dan mendengar ucapannya, membuat tangis seketika pecah, membuatku menyesali dosa-dosa, membuatku malu karena sejauh ini belum bisa melakukan hal-hal berarti, juga membuatku sadar betapa agama yang dianugerahkan Allah sejak pertama kali aku dilahirkan adalah sebuah berkah yang tidak ternilai...

Namanya Barbara, seorang gadis Prancis berumur 25 tahun. Kisah hidupnya ia ceritakan satu tahun lalu, di saat yang sama umur ke-Islamannya baru saja menginjak tahun ketiga. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan strata dua pada jurusan social science di sebuah kota bernama Lille. Barbara memiliki paras yang cantik, seperti wanita Prancis pada umumnya. Namun yang membuat ia sempurna di mataku ialah kecantikan hati serta kecintaaannya pada Allah, perpaduan inilah yang jarang sekali dimiliki oleh wanita Prancis pada umumnya.

“Without Islam, my life was meaningless...” tuturnya saat bercerita tentang ke-Islamannya pada Sheikh Fahd Al Kandary. Kalimat itu ia ucapkan dengan bibir bergetar dan mata berkaca-kaca, menciptakan atmosfer haru yang bahkan membuat sheikh di depannya ikut menangis.

Sejak kecil Barbara tumbuh dalam sebuah keluarga Kristian yang tidak mempraktekkan agama. Bagi keluarga mereka, Tuhan itu adalah fashion. Meskipun begitu, Barbara bisa merasakan bahwa Tuhan itu ada, hanya saja ia belum tahu bagaimana cara untuk mendekatkan diri pada-Nya. Ia hanya berpikir pasti ada suatu cara agar ia bisa mengenal Tuhan dan suatu hari ia ingin dekat dengan Tuhan.

Semua itu hanya sebatas apa yang ia pikirkan, tidak ada satu usaha pun yang ia lakukan untuk menemukan Tuhan yang sesungguhnya. Hingga umur 20, Barbara tetap hidup layaknya muda-mudi Prancis pada umumnya. Semuanya berubah tatkala ia duduk di bangku universitas dan berteman dengan seorang gadis asal Maroco yang beragama Islam. Meskipun Muslim, sang teman tidak menjalankan Islam sama sekali, justru gaya hidupnya sangat Western. Hingga pada suatu ketika, ia diajak sang teman untuk mengunjungi Maroko. Ia tidak perlu memikirkan biaya makan dan akomodasi, hanya perlu membeli tiket yang kebetulan tidak mahal.

Barbara setuju. Ia pun terbang ke Maroko dan di sanalah hidayah Allah mulai menyinari wanita jelita ini. Di Maroko, Barbara mendapati kehidupan Muslim yang sama sekali berbeda dengan apa yang ia ketahui dari media selama ini. Kehidupan di Maroko membuatnya merasa seolah berada di planet lain. Di sana ia bertemu dengan orang-orang yang begitu ramah, diperlakukan dengan sangat baik, bahkan ia disambut seperti keluarga yan tidak bertemu selama bertahun-tahun.
Sekembalinya dari Maroko, Barbara mengambil keputusan untuk mulai mempelajari Islam.
“Inilah saatnya aku memiliki pandangan sendiri tentang Islam.” Tekadnya kala itu.
Hal pertama yang ingin diketahuinya dari Islam adalah bagaimana cara agama ini menempatkan wanita, karena sebelumnya yang ia ketahui dari media Barat, Islam sangat deskriminatif terhadap para wanita. Barbara pun mulai membaca Al Quran terjemahan, dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati surah An-Nisa yang bermakna ‘Perempuan’. 

Barbara tidak menyangka bahwa Islam begitu memuliakan perempuan sampai-sampai ada satu surah khusus yang membahas tentang hal tersebut. Ketika banyak wanita Prancis hidup tanpa kejelasan status, Islam justru mengatakan bahwa perempuan adalah pelengkap laki-laki. Hal inilah yang membuatnya takjub.
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. An Nisa: 82)
Ayat di atas merupakan satu ayat dari Al Quran yang begitu mengetuk pintu hati gadis Prancis itu. Apa lagi yang ia ragukan dari Al Quran sedangkan selama ia membaca kitab tersebut tidak ada satu kontradiksi pun yang ditemukan?
“Bukankah inilah saat yang tepat bagiku untuk mengucapkan syahadat?” tanyanya pada diri sendiri.
Esok hari pada waktu shalat Zuhur, Barbara datang ke sebuah Masjid dan menceritakan segalanya pada sang imam. Ia terus bercerita panjang lebar dalam bahasa Prancis hingga berpuluh menit kemudian, hingga datang seorang laki-laki dan memberi tahu bahwa imam itu tidak mengerti bahasa Prancis. Lagi-lagi Barbara dibuat kagum, karena sang imam begitu sabar dan memasang wajah bersahabat sepanjang ia bercerita tadi. Ia pun kemudian diminta datang kembali pada hari Jumat untuk bersyahadat sesudah shalat jumat.

Pada hari yang sudah dijanjikan, Barbara kembali datang. Dihadapan semua orang ia pun bersaksi dan mengumumkan dengan keras bahwa tidak Tuhan yang patut disembah kecuali Allah, dan Muhammad saw adalah utusan-Nya.
“Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaan saya.” Kenangnya dengan mata berkaca-kaca, “Hidup ini benar-benar tidak ada artinya tanpa kedekatan pada Allah. Saat itu saya merasa lengkap, tidak kosong atau dangkal. Hal-hal materialistis yang dulu saya cari, sekarang terlihat begitu sepele. Antara yang hak dan bathil, perbedaan keduanya jadi tampak jelas di mata saya.”
Barbara tidak mengalami tantangan untuk ke-Islamannya. Semua keluarga menerima agama baru yang ia anut. Hanya saja saat memutuskan untuk berhijab satu tahun kemudian, Ibunya tidak begitu menyetujui. Hal ini karena jika putrinya berhijab, maka seketika orang-orang akan tahu bahwa putrinya itu seorang Muslim hanya dalam satu kali pandang. Sementara Islam sendiri masih dipandang buruk  dan dikenal sebagai agama kekerasan oleh masyarakat Prancis. Biarpun begitu, Barbara tidak menyerah. Ia terus mengajak ibunya berdiskusi dan memberikan pengertian yang baik hingga akhirnya ia diperbolehkan untuk berhijab.


Dua minggu pertama berhijab, ia merasa takut karena seolah semua orang memandanginya. Tapi di minggu ketiga dan seterusnya, ia sudah mulai terbiasa.
“Semakin hari saya semakin natural dengan hijab ini, karena saya melakukannya demi Allah. Itulah cara terbaik dari Allah untuk melatih saya bersabar dan menghadapi dunia.” Ucap Barbara seraya tersenyum lebar.
Kini Barbara menjalani kehidupannya dengan damai sebagai seorang Muslimah. Selain sibuk menyelesaikan pendidikan masternya, ia juga aktif dalam kegiatan dakwah.
“Ketika kita menjadi Muslim di negara mayoritas non muslim, ini sudah menjadi takdir kita untuk memainkan peran di sini. Bukan justru meninggalkan negara ini. Kita adalah duta Islam, kewajiban besar kita adalah membantu non muslim agar mereka mengetahui bahwa Islam merupakan agama yang baik, jauh berbeda dari yang diberitakan di media-media Barat. Semua ini memang sulit, tapi inilah tugas kita.”
Proyek yang ditekuni Barbara saat ini adalah menyediakan paket hadiah start up untuk para mualaf baru. Buku seperti Riyadus Shalihin dan 40 Hadis Nawawi termasuk buku-buku wajib yang ia masukkan dalam paket hadiah. Selain itu, Barbara juga membantu para mualaf baru untuk mempelajari Al Quran serta menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka seputar Islam.



Ah, Barbara. Jika diberi kesempatan, ingin sekali rasanya aku bertemu dengannya suatu hari nanti. Wanita seperti inilah yang dibutuhkan Islam. Wanita yang sopan dan sederhana dalam berpakaian, yang santun dalam bertutur kata, dan yang mengambil peran dalam masyarakat untuk perbaikan ummat. Wanita yang seperti inilah yang pantas mendapatkan gelar ‘cantik dari hati’, karena kiprahnya mampu menggetarkan hati-hati orang yang melihat. 

Barbara, Muslimah Prancis ini tidak hanya mengajarkanku betapa iman dan Islam itu begitu berharga, namun juga memberiku inspirasi bahwa seorang Muslimah itu tidak boleh hanya berdiam diri. Kamu adalah Islam Ambassador, oleh karena itu tunjukkanlah seperti apa Islam yang sesungguhnya melalui caramu berpakaian, bertutur kata, dan bersikap. Ya, ternyata tanpa disadari, Barbara telah mengajarkanku untuk menjadi Muslimah yang lebih baik lagi. 

Kebanyakan Muslimah Indonesia berpikir bahwa untuk menjadi aktif dalam kegiatan dakwah haruslah jadi terkenal dulu. Harus jadi seperti Oki Setiana Dewi dulu, harus sesukses Dian Pelangi dulu, harus setenar Laudia Cyntia Bella dulu, dan lain-lain. Lalu kalau harus menunggu jadi seperti mereka, kapan kita bisa memulai?

Tidak, sahabat Muslimah. Dakwah bisa kita lakukan bahkan jika tidak ada seorang pun yang sudi memperhatikan kita. Menjaga sholat lima waktu, itu adalah dakwah. Bertutur kata yang baik, itu juga dakwah. Berpenampilan baik, itu juga dakwah. Kita tidak pernah tahu kan, ada berapa orang di sekeliling kita yang ternyata mau menjadi lebih baik lagi hanya karena dengan melihat kita setiap harinya?

Lalu jika ingin hal-hal yang lebih sosial, kita bisa aktif berkunjung ke panti asuhan, berbagi meski hanya sedikit dengan anak-anak di sana. Kita juga bisa menulis status di facebook serta media sosial lainnya dengan sesuatu yang lebih ‘berisi’, tidak hanya sekadar kicauan biasa. Lagilagi kita tidak pernah tahu kan dari mana saja hidayah bisa datang pada diri seseorang? Siapa tahu satu hadis atau video inspiratif yang kita bagikan di facebook, ternyata mampu merubah seorang teman jadi hamba yang bertaubat.

Kamu pernah menonton commercial break dari Wardah Cosmetics yang tayang selama Ramadhan ini? Jujur, iklan ini menjadi iklan favoritku beberapa waktu terakhir. Kamu tahu kenapa? Tidak lain karena pesan moral yang terkandung di dalamnya. Di sana diperlihatkan bagaimana ketika Dewi Sandra begitu bahagia saat pertama kali mengenakan syal yang ia dambakan, namun pada akhirnya syal itu ia berikan untuk nenek yang kedinginan. 

Lalu ada Tatjana Saphira yang melihat seorang anak panti menginginkan kue yang dipajang di sebuah toko, namun anak tersebut tidak mampu membeli. Akhirnya, Tatjana membuat sendiri kue-kue cantik yang kemudian diantar langsung ke depan pintu panti asuhan dimana sang anak tadi tinggal. Inspiratif sekali. Bayangkan betapa anggunnya para perempuan apabila semuanya memiliki hati setulus mereka. Benar sekali bahwa kecantikan sejati itu adalah kecantikan yang berasal dari hati. 


Iklan ini sedikit sebanyaknya membuatku ingin menjadi mereka. Aku ingin jadi Muslimah yang bisa berbagai kesejukan untuk orang-orang di sekeliling. Aku ingin jadi Muslimah yang tidak hanya sibuk mempercantik fisik semata, namun juga sibuk mempercantik akhlak. 

Photo is mine
Dalam urusan mempercantik wajah, they are my favorites since 2013 (Wardah Cantik dari Hati)
Nah lihatlah, jika iklan saja bisa menginspirasi seseorang untuk berubah lebih baik lagi, akan seperti apa efeknya jika kecantikan dari hati itu sungguh-sungguh ada dalam diri kita? Bayangkan akan ada berapa banyak orang di sekitar kita yang nantinya kecipratan spirit baiknya?

Akhirnya di penghujung tulisan ini, aku ingin menyampaikan bahwa  cantik dari hati itu adalah para wanita seperti Barbara, Dewi Sandra, dan Tatjana Saphira. Bagiku, cantik dari hati itu adalah para wanita yang tidak hanya enak dipandang, namun juga menentramkan. Bagiku, cantik dari hati itu adalah para wanita yang tidak hanya memikirkan kesenangan pribadi, namun juga berpikir untuk berbagi. Dan yang terpenting, bagiku, cantik dari hati itu adalah para wanita yang terus berusaha untuk mendekatkan diri pada Sang Maha Indah, pada Tuhan-nya.

Eid Mubarak 1437 H. Semoga Allah mensucikan dan mempercantik hati kita. Aamiin insya Allah...
 
There is nothing more beautiful than someone who goes out of their way to make life beautiful for others—Mandy Hale

Monday, 4 July 2016

You are in Busy? Stop Make it as a Reason!

Selamat malam sahabat blogger yang saya kasihi.

Sudah lama sekali tidak ada update menarik di blog ini, kalaupun ada beberapa postingan tentang modest fashion, itu bukan tulisan saya sendiri. Alhamdulillah blog ini masih ditawari beberapa job dari e-commerce Hijup.com. Saya sendiri tidak begitu memikirkan payment, karena sampai hari ini pun transferan masuk ke rek tabungan saat masih jadi mahasiswa dulu, jadi belum ada dijenguk. Tujuan saya menerima job tidak lain agar ada update-an seputar dunia Muslimah yang memang akhir-akhir ini tidak sempat saya lakukan.

Sibuk. Sebenarnya ini tidak bisa dijadikan alasan untuk menggadaikan sebuah hobi. Tapi memang begitu adanya, saya sibuk dan yang menjadi masalah adalah, saya belum bisa mengatur waktu.

Beberapa hari lalu saya terlibat percakapan dengan seorang teman blogger yang juga seorang Ibu dari dua anak yang masih balita. Hebatnya dia masih bisa aktif menulis untuk blog, ikut lomba, juga aktif bersosial dengan teman-teman blogger lainnya via facebook. Saya heran, bagaimana dia bisa membagi waktunya?

Saya sendiri sering mengeluh saat harus mengasuh anak sepulang kerja, ditambah harus beres-beres rumah. Saya sempat menangis seperti orang gila di dalam kamar saking over loaded-nya. Saya berteriak, "Capek. Saya capek dan butuh istirahat...! Kenapa tidak ada yang paham?!!!"

Saya sering bekerja hingga pukul 12 malam, tiba di rumah sekitar pukul satu dini hari, kemudian baru bisa merebahkan diri di tempat tidur satu jam kemudian. Bangun pagi langsung disambut oleh anak bayi berusia 1 tahun, dan saya harus mengasuhnya hingga pukul empat sore. Mulai dari membuatkan sarapan, menyuapi, memandikan, mengganti pakaian, mengajak jalan-jalan, menidurkan, bikin susu, ngajak main, serta kegiatan serupa lainnya hingga sore.

Soal mengasuh anak, saya sama sekali sudah tidak mengalami kendala, karena sudah mengasuhnya sejak umur 3 bulan. Lagipula anak yang diasuh ini sangat manis, selalu membuat saya tertawa gemas. Tapi jika ingat betapa capeknya, terkadang saya juga sering mengeluh. Beberapa waktu lalu saat harus mengurusi dokumen-dokumen sebagai pemenang lomba, saya terpaksa berperan ganda. Satu tangan memegang laptop, dan tangan yang lain memegang bayi. Kualahan. Karena itulah saya sangat kagum dengan para mom blogger yang tetap bisa konsisten menulis.

Bagaimana pun semua harus  tetap disyukuri. Kadang saya berpikir, mungkin ini cara Allah melatih saya jadi seorang ibu, agar nanti setelah berumah tangga tidak lagi kaget.

InsyaAllah bulan depan saya akan pindah ke kosan, tidak lagi menumpang di rumah sepupu, semoga nanti ada waktu lapang untuk menulis lagi.

Oh iya, selamat menyambut Eid al Fitr, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah swt. Saya atas nama blog ini memohon maaf setulus-tulusnya kepada semua sahabat yang pernah mampir dan membaca tulisan serba seadanya di sini. Semoga Allah memberi kita umur panjang untuk bertemu di Ramadan depan. Aamiiin insyaAllah...

Thursday, 30 June 2016

Cara Mudah dan Cepat Membeli Jilbab Segi Empat Melalui Internet




Perkembangan era digitalisasi saat ini telah memberikan dampak yang positif bagi setiap orang khususnya dalam dunia belanja. Sistem belanja online telah memungkinkan setiap orang untuk mendapatkan atau memesan berbagai produk dengan cara yang jauh lebih mudah dan instan. 

Salah satu produk yang ditawarkan melalui sistem tersebut adalah pakaian syari khususnya jenis kerudung seperti model jilbab segi empat yang saat ini tengah populer dikalangan masyarakat luas di negara kita. Bagi anda yang tertarik untuk melakukan pembelian kerudung melalui sistem online, simak berikut ini beberapa kelebihan berbelanja melalui sistem jual beli online di internet:

Beberapa Produk Model Kemeja Perempuan yang Sayang untuk Dilewatkan



Kemeja adalah satu jenis pakaian atasa yang tak hanya digunakan oleh kaum adam, melainkan cocok pula digunakan oleh wanita, termasuk wanita berhijab. Kemeja memang telah cukup lama kita kenal, hingga tak asing lagi kita mendengarnya. Namun, seperti yang telah kita ketahui, mengenai kemeja perempuan selalu saja modelnya seperti itu yang tak dapat dipungkiri terasa monoton.

Nah, bagi anda yang ingin tampil dengan kemeja, dapatkan model kemeja perempuan yang cukup unik dan menarik. Yakni dengan mengunjungi halaman sekaligus butik online terkemuka di tanah air, hijup.com. Selain dari modelnya yang dapat diandalkan, perlu anda ketahui pula di hijup.com anda akan disuguhkan dengan kemeja yang telah diproduksi secara khusus bagi muslimah, sehingga produk yang bersangkutan memiliki kualitas yang tak perlu anda ragukan kembali.

Tuesday, 28 June 2016

Tips Memilih Mukena Bordir Cantik untuk Hari Raya ‘Idul Fitri




Hanya tinggal menghitung hari, kita akan dipertemukan dengan hari raya ‘Idul Fitri. Yang mana di hari ini, semua umat Islam melaksakan shalat sunaat ‘Ied. Lebih dari itu, ada banyak hal yang telah menjadi suatu ciri khas di hari lebaran ini, yakni menyajikan makanan dengan cita rasa terbaik, kemudian menyambung silaturahmi dengan sanak saudara, dan tak kalah menariknya yakni di hari yang dinanti ini semua orang sebagian besar mengenakan pakaian terbaik yang mereka miliki.

Monday, 20 June 2016

Tips Memilih Hijab Pashmina Berkualitas untuk Keperluan Formal



Geulis Shawl Green. Available at Hijup

Pashmina merupakan salah satu jenis hijab yang saat ini banyak sekali dicari oleh kebanyakan perempuan berhijab di negara kita. Jenis kerudung yang satu ini memiliki cukup banyak sekali keunggulan jika kita bandingkan dengan kategori kerudung lainnya.

Bahan yang pertama kali digunakan untuk jenis kerudung yang satu ini merupakan bahan yang terbilang mewah atau premium yaitu kasmir dan sutra. Hal ini menjadikan pashmina kategori kerudung berkualitas tinggi, akan tetapi seiring dengan perkembangan trend fashion yang lebih baik saat ini bahan yang digunakan terbilang bervariatif sehingga mampu menyesuaikan dengan kebutuhan banyak orang.

Friday, 17 June 2016

Duhai Engkau Sang Pemilik Kekuatan

Tuhanku, ingatkan aku pada mimpi-mimpi yang dulu terlihat jelas...

Ingatkan aku pada tujuan yang dulu begitu dekat dalam pandangan...

Ingatkan aku pada perjuangan yang kini terasa lelah diperjuangkan...

Ingatkan aku kembali bahwa perjuangan itu memang melelahkan, menguras air mata, membuat putus harapan, menyakitkan, bahkan melenakan.

Tuhanku, ingatkan bahwa setiap waktu aku memiliki-Mu. Aku memiliki Sang Pencipta Semesta yang telah berjanji bahwa setiap kesulitan menyimpan kemudahan...

Ingatkan lagi agar aku selalu mencintai-Mu dengan cinta yang tinggi, yang agung, tidak tersentuh oleh cinta manusiawi dan duniawi...

Tuhanku, demi jiwaku yang ada dalam genggaman-Mu. Demi segala baik dan buruk yang ada dalam kuasa-Mu. Sungguh, aku begitu rapuh...

Maka, kuatkanlah aku...

Sunday, 29 May 2016

Segera Lebih Baik

Satu-satunya cara buat jauh dari maksiat (hati, mata, hayalan) ya dengan menyegerakan pernikahan. Dulu sih sering ngobrol bareng temen kamar, bilang kalau kita2 mah gak butuh yang mapan dulu, yang penting prospektif mau berjuang bareng. Dan alhamdulillah sampai sekarang prinsip ini masih dipake. Sekarang makin hari niat untuk menyegerakan itu makin kuat. Apalagi kalau lagi jatuh cinta, duh hayalannya yang manis-manis semua. Padahal tahu itu dosa. Mas mas yang bilang suka atau yang masih diam2 ngomongin ke sahabat kanan kiri, siapapun dia, apapun pekerjaan dan jabatannya, saya mah kagak butuh ungkapan cinta, yang dibutuhin siapa yang sungguh-sungguh dan berani komitmen. Saya juga gak butuh uang hantaran puluhan juta yang sekarang katanya lagi diperjuangin, gak perlu resepsi mewah atau honeymoon ke negeri orang, cukup deh kesungguhan dan niat baik, selebihnya hayuk saya temanin buat cita2 dunia akhirat. Gak bisa honeymoon ya kan masih ada babymoon, annivemoon yang bisa nanti2.  Dipermudah aja, insyaAllah Allah juga akan memberi kemudahan.

Friday, 29 April 2016

Trend Fashion Selendang Hijab 2016

Wanita merupakan sosok makhluk yang sangat mencintai keindahan, bahkan untuk dirinya sendiri pun mereka rela melakukan berbagai cara agar bisa tampil lebih menarik. Dalam sehari, wanita bisa menghabiskan berjam-jam untuk bisa terlihat lebih menarik. Namun bagi wanita muslimah, mereka diharuskan untuk menggunakan hijab sebagai sebuah aturan yang telah diatur oleh agama bagi seorang wanita muslimah.


Untuk mengenakan hijab, bukan berarti mengurangi kecantikan dan fashion wanita, akan tetapi justru membuat wanita tampil lebih menarik dengan aneka hijab yang kini banyak tersedia dengan model, bahan dan warna yang bermacam-macam. Salah satu yang kini paling banyak digemari oleh para wanita muslimah yaitu model selendang hijab. Hijab yang bergaya selendang ini memang sedang trend dan banyak digemari baik oleh para remaja ataupun wanita dewasa.



Sekarang ini hijab bukan sekedar untuk menutup aurat semata, melainkan sebagai aksesoris yang memiiki banyak pilihan untuk wanita. Dengan disesuaikan bersama busana yang dikenakan baik itu casual ataupun pesta, resmi ataupun santai, serta corak yang berkarakter tentunya membuat wanita bisa tampil lebih menarik sesuai tema yang mereka kenakan. Selendang hijab kini banyak digemari karena selain selendang yang biasa, juga terdapat selendang instan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...