Wednesday, 31 December 2014

Mengenal Sosok Fatma Pasha dalam 99 Cahaya di Langit Eropa

Fatma Pasha yang diperankan Raline Shah
Bagi teman-teman yang sudah membaca novel Hanum Rais, 99 Cahaya di Langit Eropa dan Berjalan di Atas Cahaya, Fatma adalah sosok wanita Turki yang sangat familiar. Dalam buku 99 CDLE, Hanum terlihat jelas begitu mengagumi temannya itu. 

Fatma adalah seorang ibu dengan satu anak yang selama ini tidak pernah diterima bekerja di mana pun selama di Vienna, hanya karena hijab yang menempel di kepalanya. Cerita ini sama persis dengan yang diceritakan dalam film.

Lalu untuk mengisi kekosongannya dan dengan harapan bisa mendapat pekerjaan suatu hari kelak di Vienna, Fatma mengambil kursus bahasa Jerman. Di kelas bahasa itulah Hanum dan Fatma dipertemukan hingga kemudian menjalin persahabatan. 

Dari Fatma, Hanum mengetahui keutamaan menjadi agen muslim yang baik di kalangan mayoritas non muslim, meskipun selama ini Fatma diperlakukan kurang baik oleh masyarakat non muslim di sana. 

Fatma tidak pernah marah, justru ia menyikapinya dengan positif dan memilih mengalah. Benar yang dikatakan Fatma, mengalah bukan berarti kalah, namun terkadang itu adalah cara kita untuk meraih kemenangan yang hakiki.

Hanum pernah berontak akan sikap Fatma yang terkesan rela ditindas dan diolok-olok oleh non muslim yang ditemuinya, namun sekali lagi Fatma meyakinkan, bahwa Islam harus disiarkan dengan kasih sayang dan kelemah lembutan, bukan sikap arogan dan pedang. 

Ia meyakini bahwa dengan menjadi agen muslim yang baik, akan membuat para non muslim mengenal dan menerima Islam, mereka akan mengenal bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan penganutnya cinta kedamaian dan saling mengasihi satu sama lain. 


APA SAJA CONTOH PERBUATAN YANG MENCERMINKAN FATMA SEBAGAI AGEN MUSLIM YANG BAIK?

·    Roti croissant di Kahlenberg

Cerita ini sama seperti yang ada dalam film, dimana Fatma justru membayar makanan yang dipesan oleh sekelompok bule yang tadinya menghina Turki karena kekalahan pada penyerangan yang dipimpin oleh Kara Mustafa. 

Ia menitipkan kertas kecil untuk para bule tersebut melalui pelayan restoran, kertas itu berisi tulisan sederhana “hai, i am Fatma, i am moslem from Turkey” dan alamat email miliknya. Melihat apa yang dilakukan Fatma ini, Hanum sedikit marah yang kemudian berubah kekaguman. Jarang ada orang di muka bumi ini yang memiliki jiwa seperti Fatma. 

Hasilnya, beberapa tahun kemudian, ketika Hanum dipertemukan kembali dengan Fatma di Turki, Fatma menunjukkan email persahabatan dari salah satu bule yang menghina Turki ketika di restoran di Bukit Kahlenberg itu. 

Bule itu mengungkapkan kekagumannya. Cerita ini sedikit digubah dalam film. Dalam film, Hanum mengetahui email dari si bule beberapa saat kemudian, bahkan sebelum ia melakukan perjalanan ke Paris. Namun, hal ini tetap tidak keluar dari pesan yang ingin disampaikan.

·    
     Fatma tetap berprestasi di tengah penolakan yang diterimanya

Ya, meskipun Fatma tidak pernah diterima bekerja selama di Vienna, Fatma tidak mau mengalah begitu saja. Ia membuktikan pada teman-teman kelas Jerman-nya, bahwa seorang muslimah Turki dengan satu orang anak mampu menjadi yang terbaik. Ia membuktikan bahwa dirinya memiliki kualitas. 

Dengan begitu ia menjadi semakin yakin, bahwa penolakan yang diterimanya selama ini bukan karena dirinya tidak memiliki kelebihan apa pun, melainkan karena hijab yang ia kenakan, dan itu sama sekali tidak akan menggoyahkan keyakinannya. Merekalah yang justru tidak profesional. Kecuali jika ia ditolak karena dirinya tidak memiliki kemampuan apa-apa.

·    
     Fatma bercerita tentang perempuan

Kisah ini ada dalam buku Hanum yang ke-3, Berjalan di Atas Cahaya. Di sana Hanum menuliskan, saat Elfriede (tutor kelas bahasa Jerman mereka) meminta mereka membuat kelompok tugas, dengan 5 orang per kelompok. Tugas mereka adalah saling bertukar cerita satu sama lain dengan anggota kelompok. Karena Hanum duduk di dekat Fatma, mereka pun digabungkan menjadi satu kelompok.

Cerita dimulai dari Daphne, berasal dari AS, ia dengan bangganya mengatakan bahwa dirinya adalah salah satu tim sukses kemenangan Obama, seorang dokter anak, dan memiliki suami yang punya banyak uang. Namun akhirnya ia bercerai dan hak asuh anaknya jatuh pada suaminya, karena ia dianggap tidak berkompeten mengurus anak, ia lebih sibuk berpolitik.

Cerita selanjutnya Steliyana dari Rusia, ia menceritakan tentang kebusukan pacarnya yang dulunya pemain sepak bola namun sekarang pengangguran. Mereka memiliki anak di luar nikah. Namun beberapa waktu kemudian putus. Ia kini telah memiliki pacar baru, seorang laki-laki Austria. Ia juga menceritakan bahwa dirinya dalah seorang seniman yang melalang buana untuk melakukan pameran.

Cerita yang ketiga, Clara dari Prancis. Usianya sudah 47 tahun dan masih single. Ia dengan bangga mengatakan bahwa dirinya adalah seorang Vice President sebuah bank di Paris. Ketika ditanya soal pacar, Clara hanya tersenyum kemudian menggeleng.

Terakhir giliran Fatma yang bercerita. Awalnya ia terkesiap, tapi segera bisa menguasai diri. Hanum tahu bahwa Fatma tidak memiliki hal spesial dalam hidupnya kecuali keluarganya.

“Anak saya satu. Suami saya satu juga. Tentu saja,”

“Saya punya banyak cita-cita. Saya ingin menjadi desainer fesyen. Serius. Tapi sejak pindah ke Wina 3,5 tahun lalu, untuk sementara saya kubur cita-cita ini. Biarlah suami saya yang bekerja. Sekarang ini saya hanya punya satu cita-cita dan impian terbesar. Saya ingin menjadi ibu rumah tangga yang terbaik untuk suami dan anak saya. Itu saja.”



Ya, ya, tampaknya tidak ada yang istimewa memang dari sosok Fatma. Ia bukan seorang dokter anak, bukan seorang anggota tim sukses, bukan seniman terkenal, bukan juga bankir, hanya IBU RUMAH TANGGA. Tapi tahukah apa yang dikatakan Fatma pada Hanum ketika sehabis melaksanakan shalat Zuhur? Sebelumnya Fatma menangis begitu lama dalam sujudnya. Apakah dia menyesali hidupnya?
“Awalnya mungkin ya. Saya merasa menjadi perempuan paling tak berguna di kelompok tadi. Kaudengar kan, mereka semua adalah orang-orang hebat, Hanum. Tapi entah mengapa dalam setiap kisah hidup mereka, mereka seperti menyesal, kesal, sebal, tak puas, atau malu dengan sesuatu yang saya anggap sebagai kehebatan mereka. Saya menangis bukan karena merasa rendah diri. Betapa kehidupan mereka bukanlah kehidupan yang tenang dan indah meskipun mereka mempunya kerier dan hidup berkecukupan. Semua seolah sesuatu yang menyiksa. Dalam presentasi tadi, saya tiba-tiba diingatkan oleh Tuhan. Mengapa saya harus malu tak punya karier dan pekerjaan? Seharusnya saya yang paling lantang dan paling percaya diri di antara mereka semua. Dan itulah yang membuat saya hampir berkaca-kaca di kelas tadi.  Bahwa meski saya hanyalah seorang Fatma, bukan dokter, bukan pelukis, bukan seorang bankir sekalipun, saya adalah ibu yang hebat untuk anak saya dan istri yang kuat untuk suami saya. Itu saja, Hanum.”
Kisah Fatma ini mengingatkanku akan banyak hal. Betapa sering aku minder dengan teman-teman yang lain. Soal fisik. Soal latar belakang. Dan banyak hal. Namun melalui Fatma aku sadar, mengapa harus minder selagi yang kita lakukan adalah yang baik di mata Tuhan?



·   Ketika Fatma meraih cita-citanya

Fatma memang harus kehilangan Ayse. Putrinya itu meninggal, dan inilah alasannya buru-buru kembali ke Turki tanpa mengabari Hanum. Setiap peristiwa selalu menyimpan hikmah, itu benar adanya. Kembali ke Turki adalah jalan yang digariskan Allah agar Fatma bisa meraih cita-citanya sebagai desainer. Lalu beberapa waktu kemudian, Allah memberikan buah hati kembali kepada Fatma dan suaminya sebagai pengganti Ayse.


Fatma Pasha dalam film 99 Cahaya di Langit Eropa
  
Sosok Fatma diperankan oleh Raline Shah. Aku rasa itu adalah peran yang tepat. Raline berhasil membawakan sosok Fatma yang lemah lembut, tegas, dan teguh pendirian. Selain itu wajah dan postur tubuh Raline pun berhasil memberi gambaran seperti apa sih Fatma yang sebenarnya. 



NEWS UPDATE! FILM BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA (KELANJUTAN DARI FILM 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA ) AKAN SEGERA HADIR DI BIOSKOP SELURUH INDONESIA MULAI TANGGAL 17 DESEMBER 2015. FILM INI MERUPAKAN FILM TERMAHAL YANG PERNAH DIPRODUKSI OLEH MAXIMA PICTURE. 

Pertama kali lihat trailer Bulan Terbelah di Langit Amerika, aku sudah nangis duluan. Kalau sahabat Muslimah penasaran seperti apa trailernya, lihat video di bawah ya :) Baca juga tulisanku tentang Bulan Terbelah di Langit Amerika di sini dan sini.




Lots of Love
Sofia

26 comments:

  1. heheh tak kirain ada foto fatma yang asli...saya baca buku ini dua tahun lalu n sosok fatma juga membuat saya kagum

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe...emang gak pernah ada foto aslinya. Mbak Hanum gak bisa share coz memory card-nya rusak... :)):))

      Delete
  2. Replies
    1. ayoooo.....nonton, ntar nyesel lagi. :)))))

      Delete
  3. Salam kenal mbak sofia .. aku suka tulisan ini mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah.... makasih... alhamdulillah kalau suka. :))))

      Delete
  4. Subhanallah.. jd penasaran dgn sosok asli fatma pasha.. makasih mba, atas infonya bermanfaat!! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe,,,iya... Sama-sama :)))) Alhamdulillah kalau bermanfaat. terimkasih kunjungannya :)))

      Delete
  5. Bukankah dalam filmnya, fatma pasha memiliki akun facebook, siapa tau akunnya aktif...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya nggak tahu akunnya, Mas. makasih kunjungannya :) salam

      Delete
  6. sosok yang patut untuk diteladani :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, benar sekali. Jadi pengen ketemu sosok aslinya.

      Delete
  7. Subhanallah...smlm aq nnton yg part 2...takjub,mengagumkan....semoga bisa brkunjung ke eropa menilik peninggalan bersejarah islam di sana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiinn...insya Allah
      saya juga pengen segera nonton part 2 nya... sayang beberapa hari kedepan kuliah masih sangat padat. Terimakasih sudah berkunjung :)

      Delete
  8. Mbak Sofiaaa...kok saya pengen nangis yaaa baca postingan tentang Fatma ini :'( serius..mata berkaca2
    Sosok fatma bikin kagum ya mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, kita bisa belajar banyak darinya. Makasih udah baca Mbak. Tulisan ini juga udah dibaca sama Mbak Hanum Rais. lho... *pamer mode on

      Delete
  9. Film penuh inspirasi dan makna...aku bersyukur film ini bisa ada...

    ReplyDelete
  10. Film penuh inspirasi dan makna...aku bersyukur film ini bisa ada...

    ReplyDelete
  11. Setuju, suka bangeeet sosok Fatma, juga Raline yang berhasil menjadi Fatma, seandainya Raline benar-benar menjadi Fatma di dunia nyata

    ReplyDelete
  12. raline shah sebagai fatma
    sebenernya penasaran banget sama fatma yang asli

    ReplyDelete
  13. Mbak.... Mauuu Sosok Asli nya mbak fatma Pasha.. :)

    ReplyDelete
  14. Raline-Shah sumpah cantikan pakai hijab lebih anggun
    Aku jugak penasaran siapa gerangan pemeran Fatmah pasa
    Di film 99 cahaya di langit Eropa.

    ReplyDelete
  15. Muslimah yang sangat patut sekali untuk ditiru... semoga bisa jadi seperti itu suatu saat nanti

    ReplyDelete
  16. Asa syarikat pinjaman pinjaman bersedia untuk meminjamkan mana-mana jumlah yang anda perlukan untuk memulakan perniagaan peribadi anda. kami memberi pinjaman pada kadar faedah 3%, jadi Sila memohon pinjaman pertanian pertanian. jika anda memerlukan hubungan pinjaman e-mel kami: asaloantransfer@gmail.com, anda juga boleh menghubungi e-mel ini: finance_institute2015@outlook.com


    Asa loan lending company are ready to loan you any amount you need to start up your personal business. we give out loan at 3% interest rate, so Kindly apply for agricultural farming loan. if you need loan contact our email:asaloantransfer@gmail.com, you can also contact this email:finance_institute2015@outlook.com

    ReplyDelete
  17. Setelah melihat Bulan terbelah di langit amerika 2 ternyata ini kisah nyata. filmnya bagus banget. Terus aku browsing2 penasaran banget. Ternyata ada novelnya.. terus ada novel 99 cahaya di langit eropa.Ternyata ada cerita sebelumnya.. cerita yang bagus banget. Ada filmya juga ta 99 CDLE dua tahun lalu tapi aku baru tahu sekarang. Setelah melihat filmnya ceritanya bagus bngt. Fatma Pasha dia perempuan yang hebat. Setelah melihat penasaran juga sama Fatma Pasha. Oya kabarnya steven gimana ya... apa dia sudah menikah? di filmnya dia lucu hehe...

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...