Tuesday, 19 November 2013

Lagu-Lagu India (Bollywood) yang Kurekomendasikan

Lazada Indonesia


Hai, hai...

Kayaknya India masih mode-on dihatiku saat ini, buktinya lagu-lagu India menjadi lagu yang paling sering kudengerin dari ponselku. Nah, terinspirasi dari kesenanganku itulah aku menulis postinganku ini, sekadar ingin berbagi seputar lagu-lagu Bollywood yang enak didengerin. But, ini hanya bersifat opini aja, tidak berdasarkan research, misal lagu tersebut sudah menerima penghargaan atau sejenisnya. Oke, check it out!


1. Mere Hath Mein


Musik and ritme lagu ini melankolis banget, ditambah ada seperti syair yang menyentuh di pembukaan dan pertengahannya plus puisi oleh Kajol dan Aamir Khan di sela-sela lagu. Lagu ini dinyanyikan oleh Sonu Nigam, Sunidhi Chauhan, Aamir Khan and Kajol, merupakan salah satu soundtrack dalam film Fanaa. Video clip-nya ada dua versi, yang pertama menampilkan scenes Aamir-Kajol dengan latar belakang (autumn dan winter) ala studio. Yang kedua menampilkan scenes Aamir-Kajol dengan latar belakan real winter. Lagu ini kurekomendasikan banget buat teman-teman pecinta lagu Bollywood.

2. Jee Le Zaara


Lagu ini merupakan salah satu soundtrack film Talaash yang dibintangi Aamir Khan (Inspektur Surjan) Kareena Kapoor dan Rani Mukerjhee. Dinyanyiin oleh Vishal Dadlani. Genrenya pop-melankolis. Pokoknya musiknya kedengeran udah modern, gak cocok buat scene muter-muter atau lari-lari ditaman bunga. Aku sendiri suka banget dengerinnya.

3. Abhi Mujh Mein Kahin


Nah, kalau yang ini adalah salah satu lagu dalam film Agneepath yang dibintangi Hritik Roshan, Sanjay Dutt dan Rishi Kapoor, rilis 2012 kemaren. Penyanyinya Sonu Nigam yang tidak perlu diragukan lagi kualitas suaranya. Kayaknya koleksi lagu-lagu Indiaku pun didominasi oleh lagunya doi. Genre lagu ini masih pop-melankolis. Cocok buat temen-temen yang lagi patah hati. Hehe

4. Hey Guzarish



Ahai...serius nih lagu bikin mewek aja. Gak tau dari mananya juga. Asik sih tapi melankolis banget. Lagu ini adalah salah satu soundtrack film Ghajini yang dibintangi Aamir Khan dan Asin (lucu banget nih nama). Penyanyinya Javed Ali dan Sonu Nigam. Video clip-nya menampilkan scenes Aamir-Asin dengan latar padang pasir dan tebing laut. Di sini Aamir Khan kelihatan muda banget, ditambah perut six pack-nya membuat nih video keren. Ceritanya sih tentang kesepian si cowok gitu. Kalau aku sih arti lirik gak penting, coz gak ngerti juga, yang penting nih lagu memang enak didengerin.

5. Chanda-Chamke



Yang satu ini gak bergenre melankolis, melainkan happy abis. Ada aroma kekeluargaan yang kental dan komedi. Merupakan salah satu soundtrack film Fanaa. Penyanyinya Babul Supriyo, Mahalakshmi Iyer, Master Akshay Bhagwat, Aamir Khan & Kajol. Video clipnya menampilkan Aamir-Kajol-anak mereka (lupa nama aslinya)-dan Rishi Kapoor (sebagai ayahnya Kajol). Latar video-nya real winter yang cool dan fresh banget. Berbunga-bunga deh kalau dengerin lagu ini.

6. Behka


Lagu yang ini juga ber-genre happiness. Merupakan salah satu sound track film Ghajini. Dinyanyiin oleh Karthik dengan musik yang keren banget. Totally modern. Video clip-nya juga punya kelebihan dari segi editing yang top banget. Mulai dari Aamir Khan (Sanjay Singhania) yang nge-dance ala Michael Jackson hingga dance yang menampilkan Aamir dengan berbagai style dalam satu dance group. Untuk yang satu ini kurekomendasiin buat nonton video clipnya. Keren deh. Dijamin.

7. Chand Sifarish



Masih ber-genre happiness dan merupakan salah satu soundtrack film Fanaa (memang ya, film ini memang punya lagu-lagu yang oke). Dinyanyiin oleh Shaan dan Kailash Kher. Ada kata 'subhanallah'-nya di awal dan pertengahan lagu. Video clipnya menampilkan keisengan Aamir Khan (Rehan) yang suka menggoda Kajol (Zooni). Latar videonya adalah bangunan di Delhi yang artistik banget. Lagunya ada dua versi resmi, yaitu versi asli dan versi remix. Yang remix keren juga, lebih fresh. Coba deh dengerin, dijamin jatuh hati.

8. Teri Meri

Lagu ini merupakan salah satu sound track film Body Guard yang dibintangi Salman Khan dan Kareena Kapoor. Dinyanyiin oleh Rahat Fateh Ali Khan dan Shreya Ghoshal. dengan genre pop-semi melankolis. Video clip-nya menampilkan Salman-Kareena dengan editing yang cakep banget. Silakan ditonton di youtube yah.



8. Tujh Mein Rab Dikhta Hai


Lagu ini menjadi salah satu soundtrack film Rab Ne Bana Di jodi yang dibintangi Shahrukh Khan dan Anushka Sharma. Genre-nya happines-melankolis. Dinyanyiin oleh Rap Kumar Rathood. Musik Indianya kedengaran banget, masih cocok buat penari yang muter-muter dan tokoh perempuannya yang pake sari plus gelang kaki. Tapi biarpun tergolong klasik, nih lagu enak didengerin kok. Coba aja.

9. Chupke Se Sun

Lagu ini adalah salah satu soundtrack dalam film Mission Kashmir yang dibintangi Hritik Roshan dan Preity Zinta. Dinyanyiin oleh Udit Narayan dan Alka Yagnik. Genre-nya happiness-melankolis. Video clip-nya menampilkan Hritik-Preity di sebuah sampan di danau Kashmir yang indah buanget, hingga mereka berdua yang berdiri di puncak gunung. Musiknya beraliran India kental, buat ceweknya yang bersari. Tapi asik kok didengerin, santai, tenang, gimana gitu.

10. Taare Zameen Par

Ini salah satu sound track film Taare Zameen Par yang dibintangi Darsheel Safary dan Aamir Khan. Film ini diproduksi dan disutradarai oleh Aamir sendiri dan sukses banget. Bahkan  udah disadur ke dalam film Indonesia dengan juduh 'Ihsan, Mama I Love You'. Genre-nya pop-medium melankolis. Video clip-nya menampilkan perjalanan Aamir Khan sang guru menuju rumah Ihsan. Potret India ditampilkan habis-habisan dalam video lagu ini dan lagu mera jahan (keduanya lagu dalam film TZP).

11. Dance Pe Chance

Ini merupakan salah satu soundtrack dalam film Rab Ne Bana Di Jodi. Cocok banget buat nge-dance karena musiknya yang asik. Video clip-nya memang tentang Tari dan Raj yang lagi latihan buat lomba dance. Lagu ini udah lama banget nangkring di play list-ku, jadi udah rada bosan. Tapi kadang-kadang masih diputar juga, kalau gak pun gak sengaja denger dari kamar mandi, ya ada satu temenku yang hobi banget muter lagu ini sambil mandi.

12. Jaane Nahin Denge

Lagu ini merupakan salah satu soundtrack dalam film 3 Idiot. Masih ingat kan ketika Raju masuk rumah sakit karena terjun melalui jendela ruangan si rektor. Aduh, video clip ini selalu bikin aku nangis. Aku iri banget sama persahabatan Rancho, Raju dan Farhan yang mengharukan. Lagu ini mengiringi usaha Rancho dan Farhan untuk membuat Raju sadar dari koma. Aaak, sediih... Lagu ini dinyanyiin oleh Sonu Nigam, genre-nya Pop-Melankolis.

13. Behti Hawa Sa Tha Woh
Sumber: klik di sini
Masih salah satu soundtrack 3 Idiot, yaitu lagu yang menemani perjalanan Farhan, Raju, dan Chatur Ramalingam menuju Shimla untuk menemui Rancho. Musiknya yang santai plus suara Shaan yang keren banget, lagu ini selalu berhasil membuat imajinasiku melayang-layang, seperti ikut bersama dalam perjalanan mereka.

14. Hamesha and Forever
Sumber: klik di sini
Lagu ini adalah salah satu sountrack dalam film We are Family yang dibintangi oleh Kajol, Arjun Rampal dan Kareena Kapoor. Aduh, nih film sedihnya gak ketulungan. Apalagi scene ketika lagu Hamesha and Forever, Kajolnya udah di ujung kehidupan waktu itu, terus mereka foto-foto gitu, ah pokoknya sedih banget. Lagu ini dinyanyikan oleh Sonu Nigam.

15. Aisa Des Hai Mera

Aroma Punjabi dalam lagu dan video clip-nya kental banget nih. Dan merupakan salah satu lagu dalam film Veer-Zaara, yaitu ketika perjalanan mereka menuju tempat penaburan abu Bebenya Zaara. Jadi, ceritanya lagu ini memuat potret India yang memesona, berbanding terbalik sama clip lagu Taare Zaamen Par. Tapi emang beda sih, kalau clip Aisa Des Hai Mera ini lebih menampilkan India dari sisi desa-desanya yang permai, sedangkan clip-nya Taare Zameen Par memuat profil masyarakat urban, kayak masyarakat miskin di Ibu Kota Jakarta gitu lah. Film Veer-Zaara ini menduduki urutan ke-6 di hatiku dalam klasifikasi film India paling berkesan, tentu saja setelah Fanaa, 3 Idiot, My Name is Khan, Ghajini and We are Family.

16. Vaada Raha

Merupakan salah satu lagu dalam film Baabul yang dibintangi Salman Khan, Rani Mukerjhee dan Amitabh Bhacan. Dinyanyiin Sonu Nigam dengan genre full melankolis. Bikin air mata meleleh. Hehe

17. Main Yahaan Hoon

Masih lagu dalam film Veer-Zaara, yaitu ketika Veer selalu menghantui Zaara. Genre-nya apa ya? Bisa dibilang pop-medium Punjabi gitu. Soalnya masih cocok dibuat muter-muter.

18. Keise Mujhe Tum

Eh, lagu ini gak kalah melankolis nih. Merupakan salah satu soundtrack film Ghajini. Masih ingat kan ketika Kalpana memberikan uangnya pada Sachin, padahal uang itu adalah uang hasil penjualan mobil yang baru dibelinya, mobil yang diidam-idamkannya lagi. But, daripada Sachin (Aamir Khan) menjual tanah buat berobat ibunya, Kalpana merelakan mobilnya. Padahal sebenarnya, Sachin bukannya mau pulang ke kampung buat jenguk ibunya, melainkan mau ada urusan bisnis ke London. Wah, kesalah pahaman dalam film ini punya sense sendiri. So, lagu ini mengiringi suasana hati Sanjay Singhania (Sachin) yang campur aduk, dimulai dari Kalpana mengulurkan uang itu hingga pesawat pribadinya Sanjay membelah angkasa. Melankolis so pasti. Lagu ini dinyanyikan oleh Benny Dayal dan Shreya Ghoshal.

19. Noor E Khuda

Lagu India yang kental banget aroma Islaminya ini merupakan salah satu lagu dalam film My Name is Khan, yang diperanin oleh Shahrukh Khan dan Kajol. Lagu ini dinyanyii oleh Adnan Sami dan Shankar Mahadevan.

20. Sajda

Masih lagu OST My Name is Khan, dan masih ada nuansa Islaminya. Musiknya asik, kecium aroma Punjabinya. Dinyanyiin oleh Rahat Fateh Ali Khan, Shankar Mahadevan dan Richa Sharma. Kalau gak salah, lagu ini dapat penghargaan dalam filmfare. Selain Noor E Khuda, Sajda, ada satu lagi lagu dalam My Name is Khan yang bernuansa Islam, yaitu Allah hi Rahem. Tuh dari judulnya aja udah ketahuan. My Name is Khan ini merupan film duet Shahrukh-Kajol yang terbaru (2010). Pada tahun itu, Kajol sendiri menolak peran Pia dalam film 3 Idiot (yang akhirnya diganti sama Kareena) dan memilih main bersama Shahrukh. My Name is Khan ini disutradai oleh Karan Johar. Ceritanya bagus banget, namun penonton juga harus pinter-pinter mem-filter.

Oke, sebenarnya masih banyak lagu-lagu India koleksiku, hampir 80 lagu India (belum lagi koleksi lagu religi 7% dari total memori, nasheed 10%, full kedua album Maher Zain 25%, lagu barat sekitar 6% , mp3 Alquran sekitar 25%, dan sekitar 5% lagu Indonesia. Panteslah kalau memori ponselku udah hampir penuh). Oke, kurasa 20 lagu di atas udah mewakili lah ya. Semua lagu bisa di download gratis kok (ketahuan deh sukanya bajakan, hehe). Walau sebenarnya gak baik sih kebiasaan download gratis, karena merugikan producer, penyanyi dan banyak pihak lain. Tapi, terkadang kita berpikiran, ada yang gratis kenapa milih yang bayar, ya gak?

Udah deh lupain soal itu, kembali pada masing-masing orang aja, ya. Kalau teman-teman mau download yang gratisan, ya monggo. Tapi kalau mau download di Itunes juga monggo. Hehe

Nah, cukup sekian dulu, ya. Kalau ada kesempatan, bolehlah aku tambah lagi daftar lagu-lagu hit-nya, bila perlu aku research dulu (hehe).



Lihat juga lagu-lagu baru keren lainnya di:
Lagu-Lagu Bollywood yang Kurekomendasikan [Part 2]
Lagu-Lagu Bollywood yang Kurekomendasikan [part 3] 
Fanaa: Destroyed in Love

Bagi yang mau download lagu-lagu Bollywood gratis, situs berikut recommended banget, selain mudah, lagu-lagunya gampang dicari, lengkap lagi, (lebih mudah jika Anda menggunakan Internet Download Manager), klik di sini

 

Monday, 18 November 2013

Cerpen: Manusia Setengah-Setengah (Dimuat di Majalah Annida-Online)





Assalamualaikum wr.wb

Hmm... bagi teman-teman yang belum baca cerpenku yang satu ini, silahkan dibaca. Kira-kira tentang apa, sih? Cerpen ini kubuat ketika liburan Idil Fitri kemaren. klik di sini aja, yah...

Saturday, 2 November 2013

Fanaa: Destroyed in Love


Peuh! tahu gak gimana susahnya soal-soal metode statistikaku tadi? Beh, padahal kita udah diizinin bawa catatan satu lembar kertas folio, tapi tetep aja peluang benarnya cuma 10/100, itu maksimal lho. Aku sendiri sadar sih ama kesalahanku yang memilih memasang headset plus corat-coret nggak jelas di buku. Soalnya aku kalau maksain memperhatikan apa yang not interesting, jadinya pusing.

Oke, sebenernya aku gak mau curhat tentang ujian sih, melainkan tentang FILM INDIA. Sounds funny? Ya, inilah obat kejenuhan di tengah-tengah mid-semester. Aneh kalau aku suka film India? Asal tahu aja lho, aku udah suka ama film India sejak SD. Waktu itu nontonnya di channel Malaysia TV 2, TV hitam putih lagi. Selain itu, setiap berkunjung ke rumah Nenek yang lokasinya lumayan perkotaan, aku selalu merengek pada tante,  minta disewain DVD film India atau dibeliin DVD album nyanyinya aja. Eh, aku dulu punya DVD album lagu-lagu yang ada film di  Mohabbatein, bahkan dulu aku hapal semua liriknya. Sekarang udah lupa. Memang udah dari sononya suka, eh...ketika di Pesantren aku selalu satu kamar (dari kelas X-XII) sama temen yang mirip banget ama orang India plus cinta banget ama apapun yang berhubungan dengan India. Mulai dari koleksi film di laptopnya, koleksi lagu di ponselnya, hingga koleksi teman di facebooknya. Jadinya, kamar kami selalu diwarnai dengan India. Setiap bangun tidur dan saat sibuk menyiapkan diri buat ke sekolah, lagu-lagu India merubah kamar kami menjadi hamparan bunga-bunga. Haha. Bahkan nih, Kakak kelas maupun adik kelas selalu datang ke kamar buat minjem DVD India atau copy-paste di flashdisk. Yuhu, setiap ada waktu keluar (biasanya buat keperluan divisi kita, kebetulan kita sama-sama pengurus Rumah Tangga dan Konsulat) kita sering beli kaset. Pun saat aku bepergian, temanku itu selalu minta dibawain oleh-oleh DVD India. Jadi kangen sama masa-masa lucu itu.

Oke-oke, kalau mau diceritain masih terlalu panjang sejarahku bersama film India. Langsung saja, kali ini aku mau membahas tentang film FANAA.

Eh, tuhkan film jadul, rilisnya aja tahun 2006?

Best jodi versi saya
Ya, guys. But, ini bukan soal film baru atau bukan, tapi soal film ini berhasil menarik perhatianku dan pemainnya adalah Aamir khan vs Kajol. Hehe. Entah kenapa, gara-gara film ini aku jadi melupakan chemistry antara Sharukh Khan-Kajol, dan sebaliknya, aku pengen Aamir-Kajol main bareng lagi.

Jadi, aku termasuk fan-nya Aamir Khan?

Bisa dibilang iya. Suka aja. Aku terlebih dahulu nonton film-film dia yang judulnya 3 Idiot, terus Tare Zameen Par, Ghajini, baru deh kemaren nonton Fanaa. Padahal tahun rilisnya yang berurutan begini: Fanaa (2006), Tare Zameen Par (2007), Ghajini (2008), 3 Idiot (2010), Talaash (belum nonton, and gak tahu kapan rilisnya), the last on December 2013, coming soon, Dhoom 3. But, i am not interested to watching, 'cause aku gak suka ada Katrina Kaif nya. Gak tau kenapa juga. Yah, cuma itulah filmnya Aamir khan yang kusuka, selebihnya seperti Mann, Ishk, Raja Hindustani, Dill, dll, adalah film ekstra jadul yang membosankan plotnya. Romantisme ala India yang biasa. Menurutku empat film terakhir itu aja yang idenya beda plus plot yang cakep. Walaupun katanya plot-plot itu mengutip beberapa film Barat atau drama India klasik yang dikerenin.


Kembali pada film Fanaa yang artinya "Destroyed in love" dan penghianatan. Aku sendiri ngeartiinnya begini 'sesuatu yang gak kekal, dapat hancur', begitu juga cinta dalam film ini yang fanaa. Ini adalah duet perdana Aamir 'Mr. Perfectionis--begitu ia dikenal' sama Kajol, yang sering dipuji-puji masyarakat India sebagai Queen of Bollywood, best couple-nya Sharukh Khan-King of Bollywood.

Tuh kan nyebar kemana-mana lagi ceritanya. Okeh, meskipun ini duet pertama mereka, tapi jujur deh, chemistry mereka dapet banget, penghayatannya high level. Film ini sendiri mengisahkan cerita antara Rehan Kadri (Aamir) dan Zooni Ali Beg (kajol). Rehan seorang teroris dan Zooni adalah gadis yang awalnya buta. Klise ya? Buta, donorin mata, terus sembuh, eh malah cowoknya yang gantian buta.

Scene yang paling menyesakkan
No! Gak seperti itu, guys! Rehan seorang teroris yang bahkan rela menghianati cintanya demi misi-misi yang harus dilaksanakannya. Menurutku, di film ini, penghianatan yang paling menyesakkan banget. Biarpun begitu, cinta Rehan itu kelihatan banget dalamnya, 'cause gesture-nya Aamir oke banget, nangisnya juga alami banget. Eh, pokoknya kalau mau tahu alur ceritanya plus all about the movie, klik di sini aja, ya.

Film ini menurutku...menceritakan banyak hal. Tentang cinta, perjuangan, kebesaran jiwa, kebahagiaan dalam kekurangan, kekhilafan, kedewasaan, keikhlasan, keberanian mengambil keputusan, keindahan bahasa, kebohongan, penghianatan, memaafkan, rasa takut, pengorbanan, keluarga, gejolak batin, tanggung jawab, kejujuran, kejahatan, ketidak sengajaan, kelelahan, air mata, ah lengkap deh!

Yang mana sih scene yang paling kamu suka di film ini?

Aku suka endingnya. Sad ending. Tiga kali tembakan untuk Rehan dari Zooni. Apalagi saat mereka sama-sama menodongkan pistol, tuh kita yang nonton ngerasain sesek banget. Terlebih ketika Rehan bilang 'Rehan mencintaimu, melebihi kamu mencintai Rehan' terus si Rehan pergi dengan tenang, kayak orang yang mau tidur aja. Nih, last scene-nya bisa ditonton, klik di sini. Full movie-nya bisa ditonton di sini, tapi gak ada subtitle-nya, jadi pura-pura paham aja, yah.

Di mana latar film-nya?

India, Kashmir and Polandia. Pemandangan hijau pegunungan dan beberapa bangunan tua di India sangat memanjakan mata di awal film, serta hamparan salju lengkap dengan pinusnya, mewarnai bagian tengah hingga akhir film.

How about the soundtrack?

Huah...kalo ini bahkan udah akrab di telinga kita, karena udah diterjemahin tanpa berperike-lagu-an di drama Indosiar yang justru bikin ngakak.

Nangisnya itu lho, alami banget
Kurasa versi India-nya pun teman-teman pasti udah ada yang tahu, seperti chand sifarish, mere haath mein, dekho na, and chanda-chamke. Bahkan, yang chand sifarish berhasil meraih award sebagai soundtrack terbaik di tahun itu. Untuk aku sendiri, suka sama semua lagunya, especially mere haath mein dan chanda-chamke. Kalau mau dengerin, silahkan download aja, ya.

Ada gak sesuatu yang bikin illfeel?

Hmm...ADA! Dan itu adalah style-nya Rehan ketika jadi tour-guide. Aduh, meskipun di sana dia ceritanya lagi nyamar jadi pria flamboyan, tapi gayanya norak buanget. Warna baju cerah plus terkadang berbunga-bunga, rambut gondrong, jambang yang dicukur berbentuk L ke depan, and selalu pake shawl. Asli, kayak lihat laki-laki tahun 70-an. Haha

Lihat betapa noraknya dia

Eits, tapi setelah bom meledak, we will be see a different Rehan. Very different. He was coolest. Indeed. Apalagi pakaiannya pun selalu berseragam tentara. Rehan yang tadinya humble serta suka berpuisi tiba-tiba seperti mati, diganti dengan Rehan yang kaku, beku dan dingin seperti latar film yang tiba-tiba dipenuhi salju, tidak banyak bicara, pembunuh dan tegaan. Find out my word in the movie, okay!

Kenapa sih kok kayaknya kamu suka banget ama nih film?

Nah itu dia! Aku sama sekali gak menganggap bahwa wanita dalam film itu adalah Kajol, dan laki-lakinya adalah Aamir. Akting mereka sempurna, sehingga aku cuma menemukan Zooni dan Rehan di sana. Dan ketika Rehan meninggal, aku merasa kasihan yang luar biasa pada Zooni, ia harus melanjutkan hidup berdua dengan anak mereka di tempat sebeku itu. Aku seperti merasa bahwa Zooni dan Rehan itu adalah dua manusia di kehidupan nyata, dan saat ini entah bagaimana kabar ibu dan anak itu. Ah, i can't describe my feeling. I just say, it's became best of the best bollywood romantic movie i've ever seen.

Terus apa sih pesan yang bisa didapat?

"Aku diam karena aku tidak mau mengatakan kebohongan, tetapi juga tidak mau mengatakan kebenaran."
Wow, kata-kata ini membuatku berpikir sejenak. Yaa...ada saatnya kita gak memaksa seseorang buat mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Walau yah, karena ketidak jujuran Rehan dalam film ini, justru menjelma masalah yang tertimbun, lalu meledak pada suatu hari. Jadi, jujur itu lebih baik, deh (aduh, plin-plan gini!)

Kecantikan Mom Kajol dalam film Fanaa
Selain itu, film ini juga ingin menyampaikan tentang kefanaan cinta yang seketika kita seperti dibawa terbang ke atas awan putih, lalu sesaat kemudian bagai dihempas dalam jurang gelap, tak lama kemudian kita seperti diangkat kembali hingga ke puncak gunung, namun dengan tiba-tiba kita dijatuhkan kembali ke dasar yang paling dalam. Just about comes and leaves.  Cinta Rehan yang hanya justru menghantarkan Zooni dalam kehancuran, hingga akhirnya Rehan harus mati di tangan Zooni sendiri, istri yang baru dinikahi. Duh, membunuh orang yang dicintai karena kemaslahatan orang banyak. Gak kebayang!

Film ini juga memberi makna yang dalam tentang pilihan. Untuk membedakan antara yang baik dan tidak memang mudah, namun ketika harus memutuskan melakukan antara yang baik atau buruk itulah yang sulit. Dan dalam film, Zooni telah memilih salah satu di antara keduanya.

Yah, jika kita menjadi Zooni, kita memang mudah menyimpulkan bahwa perbuatan Rehan itu memang salah, tapi ketika harus memilih menghentikannya atau malah melindunginya, di poin inilah yang membedakan seseorang dengan yang lainnya. Selain itu, film ini mengajarkan untuk tetap memaafkan seseorang, seberapa besar pun kesalahannya pada kita.

Eh, dari tadi kelebihan mulu. Masak gak ada kekurangannya?

Pasti ada dong. Karya manusiakan mana ada yang sempurna. Menurutku, kekurangan nih film adalah?

Satu. Kok bisa ya Zooni jatuh cinta dan memutuskan menikah dengan Rehan, hanya dalam waktu lima hari? Kelihatannya gak mungkin gitu kalau di dunia nyata. Apalagi Zooni gak tau apa-apa tentang latar belakang Rehan.


Dua. Seharusnya scene ketika Rehan jadi teroris lebih diperpanjang lagi. Soalnya kalau cuma dilihatin misinya yang mencuri pelatuk nuklir, meracuni teman-temannya di helikopter terus meledakkannya, terjun payung, naik motor salju, perang, lalu ia terluka parah, itu... terkesan hanya sebagai jalan baginya buat nyampe ke depan pintu rumah Zooni.

Tiga. Kenapa teroris harus muslim? Mungkin ini yang mengundang kontroversi film ini. Ya, dalam film ini ucapan seperti "Subhanallah" dan "Allahuakbar" ada beberapa kali diucapkan, dan itu dari mulut para kelompok teroris. Walaupun sebenarnya film ini ingin menyampaikan bahwa teroris itu seharusnya dihentikan oleh keluarganya sendiri.

Empat. Kenapa Rehan harus mati?!!! Aak...actually it's ending made me depression :'( Tapi justru karena ending yang menyesakkan itulah nilai plus film ini.

Fakta menarik tentang Aamir Khan


Yang pertama, dia itu paling selektif memilih film. Tapi, meskipun begitu, film-filmnya selalu menjadi box office, terutama Ghajini yang dianggap sebagai awal kebangkitan film Bollywood.

Yang kedua, dia udah naik haji, lho. Tepatnya tahun 2012 kemaren, menemani ibundanya. Lucunya, dia memboyong 6 orang bodyguard ke Tanah Suci. Ckck... Setidaknya kita bisa merasa menang satu poin dari dia, hidup kita jauh merasa lebih tenang,bodyguard mah gak pakai. Tapi meskipun dia udah haji, nyatanya ia kembali dengan Dhoom 3 dan tetap beradegan ala Bollywood dengan Katrina Kaif. Duh! Suka-suka dialah sana. Meskipun nyatanya dia itu keturunan diplomat and ulama di India.

Yang ketiga, dia itu selalu memerankan karakter yang berbeda di setiap filmnya. Lihat aja, di film Fanaa, ia memerankan sosok flamboyan di awal cerita dan tiba-tiba jadi dark di tengah hingga akhir. Dalam film Ghajini, ia memerankan sosok perfectionis di flash back awal dan sekaligus peran sebagai sosok yang kejam, bengis and menyeramkan, bahkan demi peran ini, dia harus latihan gym and fitness selama setahun lho buat pembentukan tubuh. Dalam film Taare Zaamen Par (dia sendiri director-nya) harus memerankan sosok guru yang bijaksana dan sederhana, eh ketika aku nonton making of film-nya, aku terkesan banget sama kepribadiannya yang humble, dimana dia nge-handle para pemain seperti temannya sendiri. Lalu dalam film 3 Idiot, dia harus merubah gaya (wajah, tubuh, gesture, dsb) dari yang sebelumnya bertampang seram dan berbody ala atlit angkat besi dalam film Ghajini, harus menjadi sosok mahasiswa yang unyu-unyu, dia sendiri bilang kalau itu sulit, bayangkan umurnya udah 40 tahun lebih, dan anak cowoknya aja udah berumur 20, lalu dia harus menjelma semuda anaknya. Wow...] Selanjutnya dalam film Talaash, dia harus menjadi sosok polisi yang misterius, yang hidupnya dipenuhi dilema antara pekerjaan dan rumah tangga. Terakhir dalam film Dhoom 3, dia harus memerankan sosok pencuri yang...? [belum rilis tau!!!] kita tunggu aja, yah!!!

Yang keempat, dia itu udah nikah dua kali. Pertama sama Rheena Duta, dapat anak 2, dan cerai. Lalu pada 2005, dia nikah lagi sama Kiran Rao, dapat anak satu, denger-denger sih dari rahim pinjaman gitu. Tapi tahu gak? Meski dia itu gantengnya pangkat 10, dia gak melihat wanita dari kecantikannya lho, buktinya dua wanita yang dinikahinya itu punya fisik biasa-biasa saja. Tapi manis sih. Hehe

Fakta selanjutnya adalah? Dia itu nikah sama wanita beda agama. Rheena and Kiran, keduanya Hindu, lho. Ah, biarin deh. Itukan keputusan dia. Oke?

Udah berapa banyak film Bollywood yang kamu tonton?

Wah, udah bejibun. Gak terhitung. Di tahun pertama kuliah aja, aku dan teman-teman sekontrakan punya puluhan DVD India. Setumpuk banyaknya. Sayangnya, waktu pindahan gak dibawa. Aku malah cuma menyelematkan DVD trilogi The Lord of the Ring, yang kusimpen sampe sekarang. Anehnya, pas udah jadi mahasiswi pun, aku disatukan kembali sama temen-temen yang suka Bollywood.

Film Bollywood yang bagus menurutmu tuh gimana, sih?

Hmm...gak cuma film India aja ya, menurutku film apapun itu, jika aku terus mengenangnya tanpa berniat ingin mengenangnya, berarti itu film bagus. Aku gak punya poin-poin yang harus diperhatikan, instinctif aja. Bagiku keindahan sesuatu itu relatif. Seperti film Slumdog Millionare yang berhasil merebut 8 oscar (oscar, lho!), yang kata orang-orang bagus, justru aku tidak menemukan nilai plus dalam film itu. Aku sempat searching di internet, apa sih yang membuat film SM itu bagus? Memang banyak yang mengatakan ini dan itu. Jalan cerita, misalnya. Tapi setelah kulihat, aku justru hanya menemukan jalan cerita yang klise, dua orang anak manusia miskin yang terpisah, lalu bertemu kembali pada masa yang indah. Alur? Kurasa alurnya juga biasa aja. Maju-mundur seperti alur film Ghajini yang tayang lebih dulu dari SM. So, i can't clarify.

Okeh, sekian dulu, yaa... Kapan-kapan kalau lagi mood kita iseng aja lagi ngobrolin film India. Thank you! Ting! :)

Sebagian foto diambil dari @kajolFCI
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...