6 Hal yang Akan Membuatmu Jatuh Cinta Pada Tokopedia

“Sudah cek Tokopedia, belum?”


Bagi kamu yang tinggal di Indonesia atau merasa jadi rakyat Indonesia, kalimat tanya di atas pasti sudah tidak asing lagi. Mulai dari iklan catok rambut sampai garpu taman yang sekarang masih terus tayang di TV, semuanya selalu diakhiri dengan kalimat, ‘Sudah cek Tokopedia, belum?’. 
Tak bisa dipungkiri, nama Tokopedia memang sangat populer, setidaknya dalam waktu setahun terakhir. Banyak teman-teman yang bertanya, Tokopedia ini kan isinya jual-jualan, kok bisa mereka bikin iklan segiat itu di televisi yang tentunya merogoh uang tidak sedikit? Kalau kamu termasuk salah satu yang menanyakan hal serupa, berarti kamu memang belum kenal siapa nih sebenarnya Si Tokopedia. 


Oleh karena itu, kali ini aku akan merangkum hal menarik yang akan membuatmu punya chemistry luar biasa dengan Tokopedia.

1.  Rihlah Panjang Menemukan Nama Tokopedia

Ide Tokopedia tercetus di kepala dua laki-laki yang menjadi co-founder nya yaitu William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison, saat keduanya masih berstatus pegawai di sebuah perusahaan IT yang hampir gulung tikar. Saat itu William berpikir, bagaimana jika ada sebuah website dimana pengunjung bisa membuat website mereka sendiri? Sebuah website yang dilengkapi dengan fungsi transaksi-online dengan mekanisme transaksi yang aman? Karena berdasarkan pengalaman menjadi Super Moderator di salah satu forum yang ada jual beli online, banyak sekali kasus penipuan yang terjadi di ranah dunia maya. 


Nah, karena ide jual-beli aman inilah, Wiliam akhirnya berpikir untuk mencari nama domain yang tepat. Ide pertama yang muncul adalah Belanja Aman. Sayang, Leon tidak setuju dengan nama tersebut. Mereka pun cari-cari nama lain. 


Setelah melewati proses yang tidak ‘mudah’, William menemukan satu nama lagi yaitu Kopaja alias Toko Apa Saja. Saat ide ini diutarakan, lagi-lagi Leon tidak setuju karena nama ini sudah teregistrasi sebagai Koperasi Angkutan Jakarta. So, sudah tidak orisinil lagi. Gagal Kopaja, mereka pernah berpikir soal nama indowebstore.com. Tapi karena sebelumnya sudah ada indowebster yang sudah terkenal, mereka pun ambil langkah aman dengan mencari nama lain.


Suatu hari saat pulang kantor dengan ojek langganan, sambil menikmati angin anget Jakarta, dipadukan keahlian melamun yang dimiliki William, ide nama Tokopedia akhirnya terbang juga melintasi kepalanya. Ia berpikir, Tokopedia ini diharapkan menjadi ensiklopedia toko-toko online di Indonesia.


Toko + Ensiklopedia =  Tokopedia

2.  Menerima Pendanaan Terbesar dalam Sejarah Starup Indonesia


Sejak pertama kali didirikan 2009 lalu, Tokopedia sudah menerima berbagai investasi bergengsi setiap tahunnya. Pendanaan awal Tokopedia didapatkan dari PT Indonusa Dwitama (2009), East Ventures (2010), CyberAgent Ventures (2011), NetPrice (2012), Softbank Ventures Korea (2013), SoftBank dan  Sequoia Capital (2014). Percaya atau tidak, pendanaan yang terakhir disebutkan tadi memberikan investasi USD 100 juta untuk Tokopedia. Angka ini dianggap angka terbesar dalam sejarah pendanaan startup di Indonesia, bahkan Asia Tenggara.

3.  Barang yang Pertama Terjual di Tokopedia


Sekarang kita tidak lagi bertanya-tanya kalau Tokopedia bilang mereka sudah mengirimkan jutaan produk dalam kurun satu bulan. Yang bikin bertanya-tanya itu, apakah barang pertama yang berhasil dijual Tokopedia?

Tenyata, barang bersejarah tersebut sebuah kaos merah bertuliskan ‘Kami tidak Takut’ seharga 40 ribu. Kaos ini terjual 6 tahun lalu, tepatnya 17 Agustus 2009, di menit ke-12 setelah Tokopedia diluncurkan ke publik. Kaos ini menjadi salah satu wakil dari semangat Tokopedia yang tidak pernah takut untuk mewujudkan mimpi besar mereka, walaupun banyak yang tidak percaya dengan mimpi tersebut.

4.  Nakama: Panggilan untuk Tim Tokopedia

Kalau nanti kamu bergabung bersama Tokopedia, siap-siap dipanggil Nakama. Nama ini diambil dari bahasa Jepang yang berarti “Lebih dari teman/hubungan yang sudah seperti keluarga”. Wah ini artinya Tokopedia menganggap semua yang bekerja sama dengannya tidak hanya sebatas hubungan kerja, melainkan lebih dekat lagi yaitu keluarga. Pada masa-masa awal pendirian, Tokopedia memang hanya diisi oleh 4 orang karena banyak yang menganggap tidak prospek. Tapi sekarang, you can see, banyak yang antri ingin bergabung menjadi Nakama Tokopedia.

Melalui blognya, Nakama Tokopedia mengungkapkan bahwa mereka akan terus bekerja optimal agar semua para pengguna bisa merasakan pelayanan terbaik. Mereka juga akan terus melakukan edukasi ke seluruh Indonesia agar semakin banyak orang Indonesia yang bisa melihat begitu besarnya potensi pengembangan bisnis lewat internet, sehingga semakin banyak orang yang bisa menciptakan peluang untuk dirinya sendiri, keluarga maupun lingkungan sekitarnya, dan semakin banyak pula lapangan pekerjaan baru yang tercipta.


5.  Tokopedia tidak Sembarang Pilih Brand Ambassador


Baru-baru ini kamu pasti sudah lihat iklan Bad Hair yang diisi oleh penyanyi pendatang baru, Isyana Sarasvati (setelah sebelumnya Tokopedia memilih Chelsea Islan yang tak kalah inspiratifnya). Ternyata pemilihan Isyana Sarasvati sebagai brand ambassador ini bukan main sembarang ambil, William memperhatikan betul karakteristik dan kesamaan antara Tokopedia dan Isyana. Seperti yang dikenal publik, meskipun Tokopedia masih berumur 6 tahun, namun kita bisa melihat bagaimana ia terus bertumbuh. Sama seperti Isyana yang seorang pendatang baru, namun karyanya semakin dikenal dan dicintai masyarakat Indonesia. Isyana juga memiliki misi yang sama dengan Tokopedia, yaitu membangun Indonesia menjadi lebih baik.  

“Tokopedia memiliki misi yang luar biasa, yaitu membangun Indonesia dengan mendukung perkembangan bisnis-bisnis baru. Saat ini sudah banyak sekali penjual online yang berhasil menciptakan peluangnya bersama Tokopedia. Mereka bahkan bisa membangun lapangan pekerjaan bagi lingkungan sekitarnya,” kata Isyana.

6.  Tokopedia Student Ambassador: dari Tokopedia+Mahasiswa untuk Indonesia


Tokopedia Student Ambassador ini merupakan program baru dari Tokopedia yang dikhususkan untuk mahasiswa. Para Tokopedia Student Ambassador yang terpilih akan diberikan pelatihan kemampuan profesional dan soft skill. Juga ikut berkontribusi langsung dalam berbagai program yang akan diselenggarakan oleh Tokopedia. Mereka yang terpilih diharapkan bisa turut mewujudkan visi Tokopedia yaitu, “Membangun Indonesia yang Lebih Baik Lewat Internet”.