Muslimah, 7 Tren Kecantikan ini Berbahaya Bagi Kesehatan!

7 Tren Kecantikan

Sepanjang sejarah, pria dan wanita telah melakukan banyak cara agar bisa terlihat lebih menarik. Meskipun ada banyak metode kecantikan yang tidak berbahaya bagi si pengguna, tapi ternyata itu semua belum cukup memuaskan. Banyak orang justru menempuh cara ekstrem demi kecantikan. Terkadang mereka menyadari bahwa cara tersebut salah dan berbahaya, tapi ada juga yang pura-pura tidak tahu dan tidak peduli pada efek yang ditimbulkan nantinya.


Berikut adalah 7 tren kecantikan yang sering dipilih, namun ternyata berbahaya bagi kesehatan.

1. Tanning


Istilah tanning sudah tidak begitu asing di telinga, yaitu sebuah proses berjemur di area outdoor atau indoor untuk mendapatkan kulit berwarna kecokelatan. Cara ini memang lebih sering dilakukan oleh ras kulit putih, seperti masyarakat Eropa dan Amerika. Tapi kalau diperhatikan, ada juga orang Indonesia yang melakukannya. Tanning yang paling berbahaya adalah yang dilakukan di area indoor dengan menggunakan lampu khusus dan tanning bed. 


Tanning indoor memancarkan radiasi ultraviolet (UV) yang dapat merusak kulit, sehingga berakibat pada penuaan kulit dini, kulit terbakar, kerusakan mata, bahkan kanker kulit. Studi dari American Academy of Dermatology menyebutkan hampir 28 juta orang melakukann tanning indoor setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, 2,3 juta adalah remaja. Hal ini cukup menakutkan karena tanning yang dimulai di usia dini bisa menyebabkan kecanduan. 


Semoga setelah ini kamu tidak lagi berpikiran untuk melakukan tanning. Bersyukurlah jadi orang Indonesia karena Allah sudah menganugerahkan kulit kecokelatan sejak lahir.

2. Tato


Percaya atau tidak, jumlah tato di tubuh seseorang erat hubungannya dengan peningkatan risiko Hepatitis C. Apalagi jika jarum yang digunakan untuk membuat tato sudah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi.
Hepatitis C disebabkan oleh virus yang menyerang dan membakar hati, yang dapat menyebabkan sirosis atau jaringan parut akibat kegagalan jaringan hati, hingga kanker hati. Orang-orang yang memiliki tato juga rentan terhadap infeksi kulit, seperti radang, pembengkakan dan nyeri. Selain itu, pewarna tato yang berwarna merah, hijau, kuning dan biru dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit, seperti ruam gatal. 


Lagipula untuk apa membuat tato? Bertato atau tidak dirimu, bukan itu yang dilihat orang darimu. Lebih baik memperbaiki akhlak daripada membuang uang untuk mengukir tato. Pun dalam Islam sudah ada larangan keras mengenai hal ini, “Allah SWT melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta disambungkan, wanita yang mentato dan yang meminta ditatokan.” (HR. Bukhari no. 5933) 

3. Botox


Suntikan botox adalah solusi menghilangkan keriput wajah dengan super cepat. Botox, bentuk obat toksin botulinum tipe A, bisa melemaskan otot selama beberapa bulan. Toksin ini diproduksi oleh Clostridium botulinum, bakteri yang menyebabkan botulism, penyakit yang jarang namun serius. Meskipun suntikan umumnya aman, namun efek samping dan komplikasi bisa saja terjadi, misalnya rasa sakit dan memar di tempat suntikan, sakit kepala, mual dan lemas.

Pada tahun 2009, US Food and Drug Administration menyetujui Botox untuk penggunaan kosmetik, tetapi dengan label peringatan bahwa botox mengandung toksin yang bisa menyebar ke seluruh tubuh, menyebabkan gejala mirip dengan botulisme, termasuk kesulitan menelan dan bernapas, bahkan kematian. Jadi sebisa mungkin jangan menggunakan botox.

4. Lensa Kontak agar Mata Terlihat Lebih Lebar


Ada jenis lensa kontak yang membuat mata si pemakai terlihat lebih besar. Mungkin memang akan terlihat lebih indah, namun menurut beberapa ahli, lensa ini dapat menyebabkan masalah penglihatan yang serius.
“Ketika mereka membeli lensa kontak tanpa resep yang valid atau bantuan dari ahli mata, bisa beresiko mengalami gangguan penglihatan yang serius, atau bahkan kebutaan” Karen Riley, seorang pejabat Administrasi Makanan dan Obat, mengatakan kepada New York Times pada tahun 2010.

Saat ini lensa telah menjadi sangat populer di kalangan gadis-gadis remaja. ABC News melaporkan, lensa belum disetujui oleh FDA dan ilegal dijual bebas di Amerika. Namun, semua orang bisa membeli via internet dengan harga di bawah 20 dolar. So, masih tetap ingin menggunakan kontak lensa tanpa resep dokter?

5, Kosmetik Mengandung Merkuri


Menurut FDA (Food and Drug Administration), beberapa produk kosmetik, termasuk krim pemutih kulit, mengandung kadar merkuri yang tinggi. Merkuri digunakan dalam krim pemutih kulit karena mampu memblok produksi melanin pigmen kulit. Tingginya kadar merkuri juga dapat ditemukan di beberapa sabun, lotion dan produk anti-penuaan yang dijual secara ilegal.

”Paparan merkuri dapat berakibat fatal bagi kesehatan, ” kata Charles Lee MD, penasihat medis senior dari FDA.  ”Merkuri  dapat merusak ginjal dan sistem saraf, dan mengganggu perkembangan otak pada anak-anak yang belum lahir dan remaja.”

FDA merekomendasikan memeriksa label dari setiap pencerah kulit atau anti-penuaan produk yang digunakan. Jika terdapat kata-kata seperti mercurous chloride, kalomel, merkuri, mercurio, atau merkuri, maka berhentilah menggunakan produk itu segera.

6. Produk Pelurus Rambut


Seperti yang diumumkan FDA dalam sebuah surat peringatan pada tahun 2011, pelurus rambut produk tertentu, seperti Brazilian Blowout, mengandung berbagai bahan kimia, termasuk di dalamnya formaldehid paling berbahaya.  Formaldehid  adalah gas berbau tajam yang dapat mengiritasi mata dan hidung, serta menyebabkan reaksi alergi seperti masalah pernapasan, asma, ruam kulit dan gatal-gatal, apabila terhirup.

Bahkan, U.S. Occupational Safety and Health Administration (OSHA) mengeluarkan peringatan bahaya di April 2011 bagi pemilik dan pekerja salon tentang risiko paparan formaldehid saat menggunakan produk ini.

Itulah tadi sahabat Muslimah beberapa tren kecantikan yang membahayakan kesehatan. Semoga mulai sekarang kamu jadi lebih berhati-hati lagi setiap akan melakukan perawatan tertentu atau saat akan membeli produk. Pastikan treatment atau produk yang ingin kita pakai benar-benar tersertifikasi keamanannya, dan tentu lebih baik lagi jika berada di bawah pengawasan ahlinya.


Jangan terlalu berlebihan dalam urusan kecantikan, karena percayalah kecantikan yang sebenarnya itu muncul dari hatimu. Bukankah kamu sering mendapati seorang wanita yang tampil sederhana, make-up tipis, bukan langganan salon, tapi wajahnya selalu meneduhkan dan menyenangkan hati? Inilah kecantikan yang sebenarnya, kecantikan yang tidak hanya menampilkan sisi luar saja, melainkan cerminan hati dan kepribadian.


“Sesungguhnya Allah tidak melihat tubuh kalian dan tidak pula rupa kalian, tetapi Dia melihat hati kalian.” (HR Muslim)


Referensi: http://www.islamiclife.com/