Pesona Istana Dolmabahce di Istanbul

Pesona Istana Dolmabahce di Istanbul

Sama seperti bangunan-bangunan megah peninggalan Ottoman lainnya, Istana Dolmabahce juga terdapat di Istanbul bagian Eropa. Letaknya yang berada tepat di pinggir Bosphorus membuat istana ini terlihat begitu indah dari feri. Pada tahun 1856-1922, istana ini dipakai sebagai pusat administratif Kesultanan Ottoman. 


Pembangunannya di bawah kekuasaan Sultan ke-31, yaitu Sultan Abdul Mejid I.Sebelum berpindah menempati Istana Dolmabahce, seluruh keluarga kesultanan tinggal di Istana Topkapi. Namun di abad pertengahan, Istana Topkapi dirasa kurang indah dan megah dibandingkan istana para raja Eropa. Untuk menyaingi keindahan istana-istana di Eropa itulah akhirnya Sang Sultan memerintahkan pembangunan Istana Domabahce. 


Arsitektur dan Tata Ruang


Berbeda dengan Istana Topkapi yang dihiasi dengan iznik dan ukiran khas Ustmani, Istana Dolmabahce justru dihiasi dengan kristal dan emas.  Tidak sedikit dana yang dihabiskan untuk mewujudkan istana modern ini, konon mencapai 5 juta koin emas dan 35 ton emas.


Bangunan Istana seluas 45 000 m2 ini terdiri dari 285 ruangan, 46 balai pertemuan, 6 tempat pemandian, dan 68 toilet. Desain interior dan eksteriornya adalah perpaduan dari gaya Barocue, Rococo, Neoklasik, dan arsitektur Ottoman sendiri.


Bagian istana Dolmabahce secara keseluruhan dibagi menjadi tiga bagian utama yang disebut Mabeyn i Humayun, merupakan bagian khusus penghuni istana laki-laki. 


Bagian Muayede Salonu yang digunakan untuk upacara dan acara-acara resmi. Bagian ini diutamakan untuk menyambut tamu-tamu negara. Dalam ruang Ceremonial Hall, terdapat lampu Kristal hadiah dari Ratu Victoria yang terdiri dari 750 lampu dengan berat 4,5 ton. 


Dan bagian ketiga adalah Harem i Humayun yang merupakan area wanita dan sangat privasi bagi sang sultan. Dari Bosphorus, Istana ini terlihat melebar ke kanan dan kiri karena kedua sayap bangunannya.
Arti dari kata “Dolmabahce” dalam bahasa Turki adalah “penuh dengan taman”, karena sejak awal area tersebut telah dipenuhi dengan taman bunga. 


Keindahan taman ini semakin menarik perhatian, ketika sebuah web wisata ternama menyebutkan, “Words can not tell its beauty. This palace is a masterpiece of art. It is like a poem must be read in its own language. Artists who made them might put their love when they were designing them.”


Halaman Depan Istana


Saat berjalan memasuki halaman istana, pengunjung disambut oleh deretan bunga aneka warna yang tersusun rapi. Sebuah menara jam bergaya Eropa yang disebut DolmabahceClock Tower menjulang di halaman dan selalu menarik perhatian para turis untuk berfoto di depannya. Danau yang dikelilingi bunga di halaman istana tersebut juga cukup menyita perhatian pengunjung sebelum berjalan memasuki istana.

SOP untuk Turis


Agar bisa memasuki istana, pengunjung tidak diperbolehkan memakai sepatu atau sandal selain yang sudah disediakan pihak pengelola, yaitu berupa sepatu yang terbuat dari plastik. Mungkin pihak Turki takut sepatu bersol keras akan menggores-gores lantai serta meninggalkan jejak beruba debu dan kotoran.
Untuk bisa berkeliling, harus mengikuti grup yang berjumlah 30 atau 50 orang. Ada seorang pemandu yang menjelaskan seluruh bagian dan isi istana nantinya. Namun sayang, sama seperti kebanyakan istana yang berubah menjadi museum, pengunjung tidak diperbolehkan mengambil gambar di dalam ruangannya.

Halaman Belakang Istana

Keluar istana Dolmabahce bagian belakang, pemandangan selat Bosphorus yang biru akan memanjakan mata setiap wisatawan. Itulah kelebihan Istanbul yang tidak dimiliki oleh kota-kota lain, yaitu pesona lautnya.
Jika di kota-kota klasik lain, kita hanya bisa menyaksikan bangunan neoklasik saja. Tapi di Istanbul, selain melihat peninggalan sejarah yang megah dan memesona, wisatawan juga bisa melihat keindahan laut dan semarak burung camar. Perpaduan yang sulit didapatkan di kota-kota lain.
Selain karena keindahannya, istana Dolmabahce semakin istimewa bagi orang-orang Turki sejak Mustafa Kemal, sang presiden Republik Turki pertama, menghembuskan napas terakhirnya di sana pada tahun 1938. Ya, pasca keruntuhan Kesultanan Ustmani yang kemudian digantikan oleh republik sekuler, Mustafa Kemal tetap memakai istana ini sebagai pusat administratifnya.

How to Get There


Cara termurah yang paling nyaman untuk sampai ke istana Dolmabahce adalah dengan trem Bagcilar-Kabataş dengan ongkos sekali naik 3 Lira. Setelah melewati melewati jembatan Galata dan berhenti di tram stop Kabatas, yang merupakan perhentian terakhir. Lalu untuk menuju ke Istana Dolmabahce, cukup dilanjutkan dengan berjalan kaki.