Taman Bunga Nusantara: Di Indonesia Sensasi Eropa

Taman Bunga Nusantara

Sebenarnya ini kunjungan yang udah kadaluarsa, sekitar Januari 2014 lalu dan bertepatan dengan musim hujan. Entah mengapa pengen banget posting kembali. Mungkin lantaran inilah satu-satunya destinasi yang dekat dari Bogor dan membuat aku pengen berkunjung kembali.

Taman Bunga Nusantara, udah pernah berkunjung ke sana belum? Kalau belum, ini tempat recommended banget buat dikunjungi, terlebih untuk kalian yang tinggal atau nomaden di area Jabodetabek. Taman ini berlokasi di Cipanas, Kabupaten Cianjur. Udaranya sejuk dan fresh banget. Sayang waktu aku berkunjung ke sana, nggak sampai 2 jam berkeliling, hujan sudah mengguyur nggak berhenti sampai sore. Walhasil nggak semua taman bisa dikunjungi, padahal aku pengen banget ke Green House-nya.

Baca Juga: Kesan Sehabis Menonton Film 99 Cahaya di Langit Eropa

Rute dari terminal Baranangsiang, Bogor adalah sebagai berikut:

  • Datang ke terminal, bisa pakai angkot.
  • Cari mobil L300 warna putih jurusan Cianjur. Biasanya bisa ngetem sampai 2 jam lho. Pokoknya bekalmu harus penuh, baik itu air minum dan makanan.
  • Selanjutnya kalau mobil yang muat sekitar 8 atau 9 penumpang itu sudah penuh, pak supir akan mengemudikan mobilnya keluar terminal, masuk tol yang menuju Ciawi itu, lalu melewati dataran tinggi Puncak, terus melaju sampai di persimpangan Cipanas. Kalau kunjunganmu pas hari libur, biasanya perjalanan bisa lebih lama akibat macet di wilayah Puncak. Dan jika beruntung dapat supir kreatif, kamu akan dibawa melewati jalan potong yang naik turun, curam, plus sempit. Dijamin bagi yang punya motionsickness, bisa langsung kumat.
  • Udah nyampe di simpang yang ada plangnya Taman Bunga Nusantara, selanjutnya kamu harus menempuh jarak 9 km lagi dengan angkot. Kalau nggak salah warna angkot yang masuk ke simpang itu ada dua, ungu-kuning dan hitam-kuning. Ambil yang ungu-kuning ya biar langsung sampai, soalnya yang hitam-kuning nggak satu arah dan nantinya kamu harus ganti angkot lagi.
  • Sampailah di gerbang Taman Bunga Nusantara, ada ATM kok di sana, jadi tenang aja kalau kamu kehabisan uang. Selanjutnya beli tiket, harganya sekarang udah 30 ribu rupiah per kepala. Ntar kamu bakal dikasih peta.

Kalau semua beres, kamu langsung masuk saja. Di sana mata pengunjug seketika akan menemukan tangga menurun yang diapit oleh hamparan bunga warna-warni dan kolam kecil. Ada burung merak super besar yang ekornya menghampar aneka warna bunga. Duuh, cantiknya masaAllah. Rasanya taman seperti itu hanya bisa ditemukan di Eropa, nggak nyangka kalau Indonesia bisa juga ditanami bunga berbunga lebat.


Seandainya lapar, kamu bisa mampir dulu di cafe-cafe dan food court yang berjejer sebelum tangga turun. Makanan yang dijual banyak, ada bakso, nasi goreng, gado-gado, karedok, ayam penyet, aneka jus, es krim, roti, dan banyak lagi deh. Harganya juga variatif dan memang seperti kebanyakan tempat wisata, pasti lebih mahal. Dulu satu porsi bakso harganya sekitar 20 sampai 25 ribu. Soal rasa, ya cukup enak juga.


Bagi laki-laki dan perempuan yang nggak berhalangan, pasti harus shalat dong. Di sana juga disediain musola mini yang sejuk banget. Ikuti saja petunjuk yang ada di sana, atau kamu bisa tanya ke petugas.

Keliling Taman


Taman-taman di sana cocok banget buat foto-foto, terutama kamu yang gila pengen ke Eropa dan belum kesampean. Kamu bisa bawa keranjang bunga, pakai rok lebar, topi lalu berpose sambil membaca buku-buku ancient gitu. Kayak Cinderella, apa aja deh yang berbau vintage. Dijamin saat foto-foto itu di-upload, teman-temanmu bakal envy setengah pingsan.

Baca Juga: Aku, Aisye, dan Kosmetik Halal Wardah

Di taman Prancis, matamu akan disajikan hamparan hijau dan bunga-bunga yang tersusun rapi. Di depan taman ini terdapat hamparan mawar  yang sedang mekar, lalu setelah memasuki taman Prancis kamu akan bertemu labirin. Kalau berani sih boleh dicoba, tapi kalau takut waktumu habis sampai berjam-jam hanya untuk cari jalan keluar, mending nggak usah. Bikin sakit kepala.
Pengunjung di sana kebanyakan bule dan orang-orang Arab. Nggak tahu kenapa kok malah mereka yang tahu taman di tempat antah-berantah kayak begitu. Dulu aja aku dan temen-temen sibuk banget ngamatin tiga orang laki-laki Arab yang lagi makan. Suka dengerin bahasa apa sih yang mereka gunakan, ternyata nggak Arab yang seperti kami pelajari waktu di Pesantren dulu. Udah mencla-mencle gitu.

Nah selanjutnya kamu bisa keliling-keliling sesuka hati, banyak banget yang menarik di sana. Kalau kelebihan uang, bisa juga naik menara dan melihat keseluruhan taman dari ketinggian. Pasti keren.
Untuk kamu yang kembali ke Bogor, rutenya sama seperti saat datang. Nanti minta aja ke bapak supir untuk menurunkan di tempat ngetem L300 tujuan Bogor. Saranku sih, beli aja dulu aneka gorengan sebelum masuk ke mobil. Cause ngetemnya itu loh lamanya bukan main. Bisa dipastikan kamu sampai di terminal Baranangsiang sekitar habis Isya.
Cukup sekian, semoga bermanfaat buat anak Bogor yang pengen ke sana.