Tadabbur Surah Al Fajr: Kenapa Allah Membatasi Rejeki Kita?

Tadabbur Surah Al Fajr

Surah Al Fajr adalah salah satu surah favoritku. Awalnya aku juga belum tahu kalau surah ini mengandung makna yang begitu menyentuh, hingga suatu hari aku bertemu sebuah link bacaan shalat oleh Sheikh Hani Ar Rifai. Pas dibuka, didengerin beberapa detik, air mata langsung banjir. 
Apa yang terkandung dalam surah ini benar-benar mengena di hati, mungkin karena aku ngerasa diriku sendiri seperti yang digambarkan di sana. Saat Allah kasih nikmat berupa kesenangan, kita memuji Allah, bilang kalau Allah memuliakan kita. Gantian diuji dengan rejeki yang sedikit, kita pun mengatakan kalau Allah sedang menghinakan kita. 


Lalu apa jawaban Allah?


“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.” (QS Al Fajr 17-20)


Ketika mendapati terjemahan ini, aku pun seketika membenarkan bahwa segala kesulitan yang kita hadapi saat ini sebenarnya disebabkan oleh diri sendiri. Jelas sekali ya dalam surah ini, kenapa Allah membatasi rejeki kita, tidak lain karena kita ini kikir. Kita selalu hitung-hitung dalam urusan membelanjakan harta di jalan Allah. Jadi wajar lah kalau Allah juga perhitungan ke kita. 


Oh iya, berikut ini link bacaan surah Al Fajr yang dibawakan oleh Sheikh Hani Ar Rifai. Aku berharap sahabat Muslimah semua menyempatkan diri untuk membuka videonya. Tenang, nggak bakalan lama kok. Cuma beberapa menit. Kan surah Al Fajr juga surat pendek. 

Video ini sudah kusebarkan kemana-mana, karena memang aku ingin ada banyak orang yang juga bisa mendapat manfaatnya. Kalau dihayati, insyaAllah bisa membawa pengaruh yang luar biasa. Aku aja sampe baca syahadat berulang-ulang waktu pertama kali dengar. Entahlah, bacaan ini seolah jadi petunjuk jelas banget bagi aku kalau Allah itu benar-benar ada. Kalau akhirat, syurga, dan neraka, itu juga sungguhan ada dan sudah menanti kita. 


 “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS Al Fajr 27-30)
Bagi sahabat Muslimah yang mau nonton tontotan bermanfaat dan insyaAllah bisa memperkuat iman, silakan tonton juga serial ‘Guided through the Quran’ yang dibawakan oleh sheikh Fahd Al Kandari. Di sana ada banyak kisah mualaf yang menyentuh hati, sekaligus bikin air mata meleleh. 

Kagum sama kesungguhan hati mereka dalam mengamalkan Islam. Ada yang baru tiga tahun kembali jadi Muslim dan udah bisa ngomong pakai bahasa Arab. Yang paling bikin aku kagum itu wajah mereka. Kelihatan orang salehnya, kelihatan kalau hati mereka itu damai, kelihatan kalau mereka itu para ahli  syurga. Sejuk, tenteram, menenangkan.  Semoga Allah juga memberikan cahaya pada wajah kita seperti yang telah Ia berikan pada wajah hamba-hambaNya yang saleh. Aamiin…