Thursday, 28 July 2016

To Have a Pride...

The one sign that your imaan already become stronger is you are proud being a Muslim, and want people recognise you as it is!


Because We are not Our Own!

West indoctrinate us as women around the world that we have full of freeedom. They say we are free to dress up and choose a lifestyle as our own want. They say we are free to do all kinds of fun, nightlife, and party. 

But we were wrong. Unknowingly we have been fooled. If it is true we are free to control ourselves, then why we can not give guarantee that we will live until tomorrow? If it is true we are free to control our life then why we can not prevent the coming of death? Why we still can not guarantee that we will live 50 or 100 years from now?

In fact, we did not dare to give a guarantee to ourselves to live in the next two hours.
All of this is evidence that we have no power over ourselves. All are evidence that we have no a freedom about ourselves. Everything is proof that we are ruled by something stronger. 

That is God. 

He controls us, and to pleased him, we have to obey His rules, not our own rule that we make just to please ourselves and people around. Our purpose to live in this dunya is just for worship and follow the Creator.

Sunday, 10 July 2016

Andai Hati adalah Milikku

Andai hati adalah milikku, tentu aku akan memilihmu...
Andai hati adalah kuasaku, tentu aku akan mendengarkan semua penilaian baik orang-orang terhadapmu...
Pada kenyataannya, ia bukanlah milikku, ia berada di luar kuasaku...
Itulah mengapa manusia tidak pernah bisa memilih pada siapa ia akan memberikan hatinya.
Yang kubisa hanyalah meminta pada Tuhan, semoga ia pilihkan hati seindah milikmu untuk kucintai suatu hari...
Hiduplah berbahagia,
Hiduplah dengan mulia,
Setiap kebaikan akan dibalas kebaikan, setiap ketulusan akan dibalas ketulusan,
Itu sebuah kepastian...



Sofia

Wednesday, 6 July 2016

Barbara: Kecantikan Hati Muslimah Prancis


No matter how plain a woman may be, if truth and honesty are written across her face, she will be beautiful—Eleanor Roosevelt

Tidak banyak wanita di dunia ini yang mampu merubah sekaligus memberiku inspirasi tidak terlupakan, mungkin hanya beberapa orang saja, dan di sini aku akan menuliskan salah satunya. Wanita yang sejak pertama aku melihat dan mendengar ucapannya, membuat tangis seketika pecah, membuatku menyesali dosa-dosa, membuatku malu karena sejauh ini belum bisa melakukan hal-hal berarti, juga membuatku sadar betapa agama yang dianugerahkan Allah sejak pertama kali aku dilahirkan adalah sebuah berkah yang tidak ternilai...

Monday, 4 July 2016

You are in Busy? Stop Make it as a Reason!

Selamat malam sahabat blogger yang saya kasihi.

Sudah lama sekali tidak ada update menarik di blog ini, kalaupun ada beberapa postingan tentang modest fashion, itu bukan tulisan saya sendiri. Alhamdulillah blog ini masih ditawari beberapa job dari e-commerce Hijup.com. Saya sendiri tidak begitu memikirkan payment, karena sampai hari ini pun transferan masuk ke rek tabungan saat masih jadi mahasiswa dulu, jadi belum ada dijenguk. Tujuan saya menerima job tidak lain agar ada update-an seputar dunia Muslimah yang memang akhir-akhir ini tidak sempat saya lakukan.

Sibuk. Sebenarnya ini tidak bisa dijadikan alasan untuk menggadaikan sebuah hobi. Tapi memang begitu adanya, saya sibuk dan yang menjadi masalah adalah, saya belum bisa mengatur waktu.

Beberapa hari lalu saya terlibat percakapan dengan seorang teman blogger yang juga seorang Ibu dari dua anak yang masih balita. Hebatnya dia masih bisa aktif menulis untuk blog, ikut lomba, juga aktif bersosial dengan teman-teman blogger lainnya via facebook. Saya heran, bagaimana dia bisa membagi waktunya?

Saya sendiri sering mengeluh saat harus mengasuh anak sepulang kerja, ditambah harus beres-beres rumah. Saya sempat menangis seperti orang gila di dalam kamar saking over loaded-nya. Saya berteriak, "Capek. Saya capek dan butuh istirahat...! Kenapa tidak ada yang paham?!!!"

Saya sering bekerja hingga pukul 12 malam, tiba di rumah sekitar pukul satu dini hari, kemudian baru bisa merebahkan diri di tempat tidur satu jam kemudian. Bangun pagi langsung disambut oleh anak bayi berusia 1 tahun, dan saya harus mengasuhnya hingga pukul empat sore. Mulai dari membuatkan sarapan, menyuapi, memandikan, mengganti pakaian, mengajak jalan-jalan, menidurkan, bikin susu, ngajak main, serta kegiatan serupa lainnya hingga sore.

Soal mengasuh anak, saya sama sekali sudah tidak mengalami kendala, karena sudah mengasuhnya sejak umur 3 bulan. Lagipula anak yang diasuh ini sangat manis, selalu membuat saya tertawa gemas. Tapi jika ingat betapa capeknya, terkadang saya juga sering mengeluh. Beberapa waktu lalu saat harus mengurusi dokumen-dokumen sebagai pemenang lomba, saya terpaksa berperan ganda. Satu tangan memegang laptop, dan tangan yang lain memegang bayi. Kualahan. Karena itulah saya sangat kagum dengan para mom blogger yang tetap bisa konsisten menulis.

Bagaimana pun semua harus  tetap disyukuri. Kadang saya berpikir, mungkin ini cara Allah melatih saya jadi seorang ibu, agar nanti setelah berumah tangga tidak lagi kaget.

InsyaAllah bulan depan saya akan pindah ke kosan, tidak lagi menumpang di rumah sepupu, semoga nanti ada waktu lapang untuk menulis lagi.

Oh iya, selamat menyambut Eid al Fitr, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah swt. Saya atas nama blog ini memohon maaf setulus-tulusnya kepada semua sahabat yang pernah mampir dan membaca tulisan serba seadanya di sini. Semoga Allah memberi kita umur panjang untuk bertemu di Ramadan depan. Aamiiin insyaAllah...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...