Saturday, 23 September 2017

Surat Ke-Sekian Untukmu

Untuk siapakah ucapan selamat darimu itu? Aku di sini sama saja seperti hari-hari sebelumnya. Tak sedang dengan siapapun. Sudah berapa banyak suratku yang kau baca, tapi ternyata kau belum mengenalku terlalu banyak. Aku tak akan mengulang dosa menjalin hubungan seperti yang dulu pernah aku dan kau lakukan saat kita duduk di bangku sekolah atas. Aku bersama orang lain, demikian pula dirimu. Biarlah itu menjadi catatan lampau yang kelak bisa diceritakan sebagai pelajaran.

Lelaki itu, meski kukatakan aku jatuh cinta padanya, tapi ia tak memiliki keberanian untuk mengambil keputuasan besar dalam waktu singkat. Jadi sejak malam itu, aku memutuskan untuk tidak berkomunikasi lagi dengannya. Berat pada mulanya, tapi aku punya Allah yang Maha Penyayang. Ketika kita meninggalkan suatu perkara buruk karena Dia, maka tidak perlu lagi cemas, karena Dia yang akan mengurus selebihnya.

Lalu untukmu, aku bersyukur menjadi wanita yang hidup dalam hatimu. Terimakasih karena sejauh ini kau bisa menjaganya dengan istimewa. Tidak mengumbar apapun pada siapapun sebelum kau mampu  mengikrarkan janji tanggung jawab. Sungguh aku tak pernah berhenti mengagumi satu hal ini tentangmu.

Sudahlah. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Semuanya telah kembali seperti sedia kala. Cukup kau baik-baik saja hingga kemudian menyelesaikan urusanmu dengan baik, semua itu sudah cukup membuatku bahagia. Sesekali kita bisa saling menulis surat, mengetahui kabar hati masing-masing.

Kurasa, itu sudah cukup mewakili kata paling romantis bagi sepasang manusia seperti kita.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...