Wednesday, 10 January 2018

Besarnya Kasih Sayang Allah


وعن أبي العباس عبد الله بن عباس بن عبد المطلب رضي الله عنهما، عن رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فيما يروى عن ربه، تبارك وتعالى قال‏:‏ ‏"‏ إن الله كتب الحسنات والسيئات ثم بين ذلك‏:‏ فمن همّ بحسنة فلم يعملها كتبها الله تبارك وتعالى عنده حسنة كاملة، وإن هم بها فعملها كتبها الله عشر حسنات إلى سبعمائه ضعف إلى أضعاف كثيرة، وإن هم بسيئة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة، وإن همّ بها فعملها كتبها الله سيئة واحدة ‏"‏ ‏(‏‏(‏متفق عليه‏)‏‏)‏‏.‏

Dari Abul Abbas, yaitu Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib, radhiallahu 'anhum bahwa Rasulullah صلى الله عليه و سلم dari Allah tabaraka wa ta'ala  (hadist qudsi), beliau bersabda:

Sesungguhnya Allah Ta'ala itu mencatat semua kebaikan dan keburukan, kemudian menerangkan yang sedemikian itu (yakni mana-mana yang termasuk hasanah dan mana-mana yang termasuk sayyi 'ah).

Maka barangsiapa yang berkehendak mengerjakan kebaikan, kemudian tidak jadi melakukannya, maka dicatatlah oleh Allah yang Maha Suci dan Tinggi sebagai suatu kebaikan yang sempurna di sisi-Nya, dan barangsiapa berkehendak mengerjakan kebaikan itu kemudian jadi melakukannya, maka dicatatlah oleh Allah sebagai sepuluh kebaikan di sisi-Nya, sampai menjadi tujuh ratus kali lipat, bahkan dapat sampai menjadi berganda-ganda yang amat banyak sekali.

Selanjutnya barangsiapa yang berkehendak mengerjakan keburukan kemudian tidak jadi melakukannya maka dicatatlah oleh Allah Ta'ala sebagai suatu kebaikan yang sempurna di sisi-Nya dan barangsiapa yang berkehendak mengerjakan keburukan itu kemudian jadi melakukannya, maka dicatatlah oleh Allah Ta'ala sebagai satu keburukan saja di sisi-Nya." (Muttafaq 'alaih)

Keterangan:

Hadis di atas menunjukkan besarnya kerahmatan Allah Ta'ala kepada kita semua sebagai ummatnya Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم .

Renungkanlah wahai saudaraku. Semoga kami dan Anda diberi taufik (pertolongan) oleh Allah hingga dapat menginsyafi kebesaran belas-kasihan Allah dan fikirkanlah kata-kata ini.

Ada perkataan 'Indahuu (bagi-Nya), inilah suatu tanda kesungguhan Allah dalam memperhatikan hal itu itu. Juga ada perkataan kaamitah (sempurna), ini adalah untuk mengukuhkan artinya dan sangat perhatian padanya. Dan Allah berfirman di dalam kejahatan yang disengaja (dimaksud) akan dilakukan, tetapi tidak jadi dilakukan, bagi Allah ditulis menjadi satu kebaikan yang sempurna dikukuhkan dengan kata-kata "sempurna". Dan kalau jadi dilakukan, ditulis oleh Allah "satu kejahatan saja" dikukuhkan dengan kata-kata "satu saja" untuk menunjukkan kesedikitannya, dan tidak dikukuhkan dengan kata-kata "sempurna".

Maka bagi Allah segenap puji dan karunia. Maha Suci Allah, tidak dapat kita menghitung pujian atas-Nya. Dan dengan Allah jualah adanya pertolongan.

-Dari kitab Riyadhus Shalihin Bab Niat

1 comment:

  1. Assalamu'alaikum Kak Sofi..
    Kak saya penggemar cerita "Di Tepian Musim Semi"nya kakak..
    Salam kenal yah, Kak..
    Kak Sofi, ada yg ingin aku sampaikan ke Kakak..
    Akun wattpadnya aktif ngga Kak? Td ak kirim message ke akun wattpad Kakak..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...